LHOKSEUMAWE – Pemohon pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe mengalami peningkatan usai hari raya Idul Fitri 1440 H dibandingkan beberapa bulan di awal tahun ini.

“Pascalebaran Idul Fitri beberapa waktu lalu ada peningkatan pemohon atau masyarakat yang mengurus paspor. Bahkan sejak awal setelah libur lebaran bisa dikatakan banyak sekali peminat atau masyarakat khususnya di wilayah Aceh Utara, Lhokseumawe dan Bireuen,” kata Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, Bambang Triyono, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin, 24 Juni 2019, sore.

Bambang melanjutkan, “Mereka (masyarakat) itu mengajukan permohonan paspor ada yang sekadar untuk berwisata ke Malaysia. Ada juga yang transit di sana (Malaysia), karena sebelumnya harga tiket pesawat sempat agak melonjak. Artinya, orang berpergian tujuan ke Jakarta harus transit di Malaysia disebabkan harga tiketnya jauh sekali perbedaannya”.

Menurut Bambang, tahun 2018 lalu pemohon paspor mencapai 18.000. Tahun 2019 sejak Januari sampai pertengahan Juni, sekitar 8.600 paspor. 

“Saat ini Imigrasi sedang mencoba Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) 2.0 layanan paspor. Dalam artian masih dalam masa peralihan yang membutuhkan waktu, dan semua server itu ada di Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta,” ujar Bambang Triyono.[]