LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe merilis, jumlah rumah toko (ruko) yang terbakar di Keude Simpang Kramat, Aceh Utara, Sabtu, 27 Januari 2018 sore, sebanyak 58 unit. Sebagian besar ruko berkonstruksi kayu. Untuk sementara, kerugian materi akibat kebakaran besar itu diperkirakan mencapai Rp5 miliar lebih.
“Total ruko yang terbakar sebanyak 58 unit. Dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik di salah satu ruko dan menjalar ke lainnya,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui siaran pers.
Hendri menyebutkan, seorang saksi Dani, 30 tahun, asal Gampong Raleu, Kecamatan Simpang Kramat, mengaku api pertama kali terlihat dari ruko milik Fadli, 40 tahun. Saat itu ia dan warga berusaha mendobrak ruko dalam kondisi terkunci itu, setelah ditinggal pemiliknya yang berjualan air tebu di Lhokseumawe.
“Setelah didobrak, warga masuk dan melihat plafon di bagian dapur terbakar. Sementara kompor yang ada di bawah plafon tidak terbakar saat itu, jadi kesimpulannya sementara akibat korsleting listrik,” kata Hendri.
Namun, kata Hendri, pihaknya tetap melakukan penyelidikan. Sejumlah lokasi yang dianggap awal titik api diberi garis polisi. Polisi juga mengerahkan satu mobil water canon milik Detasemen B Brimob Jeulikat untuk membantu memadamkan api.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB, menggunakan empat mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Aceh Utara, 2 unit dari Pemko Lhokseumawe, sedangkan dari PT PIM dan PT Perta Arun Gas masing-masing 1 unit.[]


