ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, menyampaikan belasungkawa atas meninggal dunia ulama kharismatik, Tgk. H. Mustafa Ahmad (Abu Paloh Gadeng), Rabu, 16 Desember 2020. 

“Kita sangat berduka dan sudah kehilangan panutan. Tapi, insya Allah beliau sudah menyimpan ilmu-ilmu kepada murid atau santrinya sebagai penerang bagi umat untuk masa depan,” kata Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad kepada wartawan usai salat fardu kifayah di Masjid Kompleks Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda, Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Rabu sore.

Cek Mad mengatakan dirinya terakhir bertemu dengan Abu Paloh Gadeng di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe ketika masih dirawat di sana. “Beliau juga menyampaikan amanahnya kepada Tgk. Sufi (Ketua Umum Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda)  untuk menjaga anak-anaknya semua serta menjaga dayah,” ujar Cek Mad.

Menurut Cek Mad, Abu Paloh Gadeng tidak pernah marah dan tak menyalahkan orang lain. “Kalau ada berita atau kabar apa begitu, Abu selalu menanggapi dengan sangat baik. Tidak pernah memvonis sesuatu hal bahwa itu salah. Beliau memberikan jawabannya dengan ilmu,” ungkapnya.

Cek Mad mengaku pada tahun 1990 dirinya pernah mondok di Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda yang dipimpin Abu Paloh Gadeng. “Tentunya itu sangat berkesan dengan beliau. Bahkan selama menduduki jabatan sebagai Bupati Aceh Utara dua periode, saya selalu meminta izin kepada beliau, apakah saya naik (sebagai calon bupati). Beliaulah petunjukknya,” ujarnya.

“Kita doakan mudah-mudahan ilmu yang diberikan oleh beliau kepada kita semua bermanfaat. Terutama sekali bermanfaat untuk beliau sendiri, dan kita atau yang sudah menjadi muridnya, semoga apa yang sudah diajarkan maka bisa mengamalkan dengan baik,” ucap Cek Mad.

Informasi diperoleh portalsatu.com/, jenazah Abu Paloh Gadeng dimakamkan di Kompleks Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda, berdekatan dengan rumah duka.[]