Juwairiah (46), janda miskin beranak dua, warga Gampong Pante, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, merasa bahagia lantaran kini menempati rumah layak huni.

Perempuan yang diceraikan oleh suaminya sejak enam tahun silam, selama ini harus bekerja keras sebagai buruh cuci pakaian dengan upah Rp10 ribu/hari. Juwairiah menjalani pekerjaan itu untuk menyambung hidup dua anaknya yang kini berusia 15 dan 12 tahun. 

Selama bertahun-tahun, Juawairiah bersama dua anaknya mendiami gubuk warisan orang tuanya. Atap gubuk tersebut sudah bocor, sehingga saat turun hujan lantainya tergenang air. Perempuan itu tidak mampu merehab gubuknya agar layak huni. 

“Bagaimana perbaiki rumah, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja susah,” tutur Juawairah.

[Kondisi rumah Juwairiah sebelum dibangun kembali/direhab. Foto: dok Polsek Simpang Tiga]

Juwairiah dan anaknya juga harus menumpang mandi di rumah tetangga. Sebab gubuknya tanpa tiolet.

Kondisi dialami Juwairiah akhirnya berubah setelah gubuk janda miskin itu mendapat bantuan rehabilitasi dari Kapolda Aceh menjadi rumah layak huni. 

“Alhamdulillah, kami sudah dapat rumah baru berkat bantuan Bapak Kapolda Aceh. Semoga Allah memberi pahala kepada beliau,” ujar Juwairiah di sela-sela acara penyerahan rumah layak huni dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, Rabu, 16 Desember 2020.

Dengan mata berkaca-kaca, Juwairiah menyalami dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolda. Penyerahan rumah layak huni dari Kapolda kepada Juwairiah disaksikan Bupati dan Kapolres Pidie, Camat Simpang Tiga dan Keuchik Gampong Pante. 

Pembangunan rumah layak huni untuk duafa merupakan program Polda Aceh yang dibungkus nama 'Kue Surga'. Tujuannya untuk meringankan beban warga miskin di wilayah kerjanya. 

Untuk Kabupaten Pidie, ada dua rumah dibangun Kapolda Aceh Wahyun Widada. Selain Juwairiah, sebelumnya sudah dibangun satu rumah untuk warga miskin di Kecamatan Sakti.

“Rumah bantuan untuk kaum duafa kita bangun merupakan bantuan dari sahabat-sahabat saya, rekan-rekan saya dan seluruh personel Polda Aceh yang sukarela bersedekah. Selalu ada ruang berbagi, beribadah. Maka ayo kita bersama meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan,” ujar Kapolda Wahyu Widada.[]