ACEH UTARA – Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M. Dimmi Oumry menutup latihan operasi laut SAR dan simulasi penyelamatan korban tenggelam di laut, di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis, 26 November 2020.
Kegiatan latihan operasi laut SAR yang dilaksanakan selama enam hari itu melibatkan 50 personel terdiri dari prajurit TNI Lanal Lhokseumawe, SAR BPBD Aceh Utara, dan personel KAL Bireuen. Simulasi tersebut menggunakan searider milik AL Kapal patroli TNI Angkatan Laut (KAL) Bireuen, rubber boat milk SAR BPBD serta alat-alat selam.
Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M. Dimmi Oumry, mengatakan latihan operasi laut SAR ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan bagi personel Lanal Lhokseumawe di bidang SAR. Terutama meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Aceh Utara melalui BPBD agar lebih sinergis untuk memberi pertolongan kepada masyarakat atau nelayan yang mengalami musibah di laut.
“Kita membuat simulasi skenario ada kapal yang kecelakaan dan mengakibatkan orang tenggelam, kemudian tim SAR dan personel TNI AL berupaya menyelamatkan korban,” kata Kolonel Dimmi.
Menurut Dimmi, untuk meminimalisir angka kecelakaan di laut, pihaknya mengimbau kepada pengguna laut agar tetap memerhatikan kondisi cuaca. Tetap mempersiapkan alat keselamatan di kapal, baik itu alat pertolongan ataupun penanganan awal ketika darurat.
Kegiatan itu dihadiri Kalak BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah, Palaksa Lanal Letkol Laut (PM), M. Darwin Dalimunthe, Pasintel Mayor Laut (KH), Willy, Danden Pomal Kapten Laut (PM), Budiansyah, Komandan KAL Bireuen Kapten Laut (P), Fernandes Sianturi, Komandan SAR Aceh Utara, Hasbullah Ali, anggota SAR BPBD Aceh Utara dan personel Lanal Lhokseumawe.[](rilis)


