LHOKSUKON – Jalan antar-cluster milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB yang selama ini juga dilintasi masyarakat, rutin mendapatkan pemeliharaan dan perbaikan. Terakhir, perbaikan dilakukan pada tahun 2016 lalu. 

Hal itu dikatakan Field HR and General Affairs Superintendent PHE NSB, Armia Ramli kepada portalsatu.com/, Kamis, 2 Agustus 2018. Armia membenarkan bahwa Kamis pagi sempat ada penanaman pohon pisang oleh warga di jalan antar-cluster milik perusahaan ini. 

“Jalan antar-cluster milik perusahaan itu rutin mendapat pemeliharaan dan perbaikan. Perbaikan sebelumnya sudah dilakukan tahun 2016 lalu. Untuk pemeliharaan dan perbaikan selanjutnya sedang dalam proses administrasi internal. Setelah proses tersebut selesai maka perbaikan akan kembali dilakukan,” ujar Armia Ramli.

Diberitakan sebelumnya, warga Gampong Glok Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, menanam pohon pisang di lintasan jalan PT PHE NSB, Kamis, 2 Agustus 2018. Itu dilakukan sebagai aksi protes karena jalan tersebut dipenuhi lubang. 

Di atas pohon pisang itu dipasang karton bekas bertuliskan, “Hati-hati jalan kematian. Jalan peninggalan Exxon #PHE# Hati-hati banyak kecelakaan”.

“Lubang-lubang besar yang memenuhi jalan kawasan PT PHE itu sangat membahayakan pengendara yang melintas. Selama ini sudah banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan di lokasi itu,” ujar Idris, 53 tahun, Tuha Peut Gampong Glok Aron. 

Idris menyebutkan, kerusakan jalan itu sudah lama tidak diperbaiki pihak perusahaan. Kondisi semakin parah saat hujan turun, karena air akan menggenangi jalan yang berlubang. 

“Seharusnya lubang-lubang itu ditutup menggunakan aspal atau pengecoran semen kembali. Hingga saat ini sudah ada sekitar tujuh korban, ada yang luka-luka hingga patah tulang. Kemarin seorang ibu yang membawa dua anaknya menjadi korban, dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit akibat mengalami kecelakaan di lokasi itu,” kata Idris. 

Menurut Idris, aksi yang dilakukan warga itu bertujuan agar pihak perusahaan segera melakukan perbaikan jalan. Karena jika dibiarkan terus berlarut akan semakin banyak pengguna jalan yang jatuh, dan juga mengganggu aktivitas warga.

“Kami mendesak pihak PT PHE segera memperbaiki badan jalan yang berlubang tersebut agar tidak ada lagi korban jiwa,” ucap Idris. (Baca: Protes Jalan Berlubang, Warga Tanam Pohon Pisang di Lintasan Jalan PT PHE).[]