BUTUH alasan lain untuk membenci sampah plastik? Sebuah penelitian terbaru yang dirilis di jurnal PLOS ONE, Rabu (1/8), menemukan bahwa proses pembusukan plastik melepaskan gas rumah kaca seperti metana dan etilene. Selama ini, plastik tidak pernah diperhitungkan sebagai sumber polutan yang menjebak panas itu.
Botol plastik, tas belanja, plastik industri, dan wadah makanan diuji sebagai bagian dari penelitian itu.
Jenis yang paling banyak melepaskan gas rumah kaca adalah polyethylene yang ada pada kantong plastik dan merupakan jenis yang paling banyak diproduksi dan dibuang di seluruh dunia.
Peneliti belum mengalkulasi tingkat gas rumah kaca yang dilepaskan plastik ke lingkungan. Namun, dengan lebih dari 8 juta ton plastik mengotori Bumi–mayoritas tidak bisa didaur ulang–dan produksi plastik diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam tempo dua dekade mendatang, para peneliti dituntut melakukan hal itu.
“Plastik mewakili sumber gas rumah kaca yang diperkirakan akan meningkat seiring semakin banyaknya plastik yang diproduksi dan yang terakumulasi di lingkungan.” ujar David Karl, profesor dari University of Hawaii, penulis senior penelitian itu.
Plastik telah diketahui melepaskan zat kimia berbahaya ke air dan tanah. Kini, mereka diketahui berkontribusi pada gas rumah kaca yang menyebabkan suhu Bumi meningkat dan menyebabkan permukaan laut naik.[]Sumber:mediaindonesia


