LHOKSUKON – Para narapidana (napi) dan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, tetap berada dalam blok hunian Lapas selama banjir yang melanda wilayah itu beberapa hari lalu.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi, dihubungi portalsatu.com/, Rabu, 9 Desember 2020, siang, mengatakan kondisi warga binaan di Lapas hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Dia menyebut hari ini (Rabu) air sudah surut di dalam Lapas, tapi di depannya masih tergenang setinggi lutut.
“Saat sedang banjir, debit airnya di bagian dalam kantor/Lapas maupun blok hunian warga binaan, mencapai 60 hingga 70 centimeter. Alhamdulillah para narapidana aman, dan seluruh pegawai stay di kantor untuk memberikan arahan kepada para napi agar tetap bersabar karena ini adalah musibah,” kata Yusnaidi.
Yusnaidi menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan di kawasan tersebut, apakah air bertambah atau sudah surut. Pihak Lapas telah berkoordinasi dengan Polres dan Kejari Aceh Utara untuk dilaksanakan pemindahan napi ke tempat lain apabila debit air bertambah.
“Tetapi selama banjir hingga saat ini mereka (warga binaan) itu tidak kita pindahkan dan bisa dikondisikan. Para napi pun memaklumi juga musibah ini, tapi kita tetap melakulan pemantauan terhadap napi,” ujar Yusnaidi.
Menurut dia, ada sebagian napi yang minta dipindahkan karena kondisi banjir. Namun secara keseluruhan warga binaan sangat memaklumi kondisi Lapas akibat musibah ini. “Karena kondisi banjir di dalam blok hunian itu di bagian lantai saja, tidak sampai ke tempat tidur narapidana”.
“Apabila air sudah naik ke tempat tidur mereka, tentunya akan kita lakukan pemindahan. Untuk hari ini dan sejak kemarin (Selasa) sore debit air di dalam blok itu sudah surut, listrik dan air PDAM pun sudah hidup. Sebelumnya memang listrik padam akibat banjir,” ungkap Yusnaidi.
Di samping itu, lanjut Yusnaidi, langkah yang dilakukan selama banjir adalah memastikan kebutuhan logistik kepada napi semaksimal mungkin. “Pertama, dari segi makanan dan air minum dibawa kepada mereka menggunakan perahu karet, terpenting kebutuhan itu tetap teratasi sebagaimana biasanya”.
“Untuk logistik sejauh ini kita belum menerima bantuan dari siapapun. Artinya, logistik untuk warga binaan inisiatif dari Lapas sendiri dan memang itu harus kita penuhi seperti biasa, karena sudah menjadi tanggung jawab kita,” ucap Yusnaidi.
Namun, sebut Yusnaidi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Utara untuk turut menyediakan bantuan sembako kepada posko Lapas Lhoksukon.[]




