BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh (PA) menyampaikan duka mendalam atas musibah banjir bandang yang menimpa masyarakat Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Aceh, Tarmizi Panyang, Kamis, 14 Mei 2020.

“Kami segenap jajaran Fraksi Partai Aceh di DPRA menyampaikan duka mendalam atas musibah banjir bandang yang menimpa warga sejumlah desa di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Semoga masyarakat terdampak tetap bersabar atas musibah ini,” kata Tarmizi kepada wartawan di Banda Aceh.

Anggota DPRA asal Dapil Aceh Utara – Lhokseumawe itu meminta Pemerintah Aceh untuk segera melakukan penanggulangan terhadap masyarakat terdampak. Ditegaskannya, bila data sudah valid seperti jumlah rumah rusak dan jumlah kepala keluarga (KK) yang mengungsi, Pemerintah Aceh harus mengambil tindakan segera membantu warga di sana.

“Apalagi musibah ini terjadi di bulan suci Ramadan, harus ada penanganan serius dan cepat dari Pemerintah Aceh, baik menyangkut kebutuhan pokok warga, perbaikan rumah yang rusak, maupun penataan atau perbaikan lingkungan permukiman warga yang rusak,” tegas Tarmizi Panyang.

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Rabu, 13 Mei 2020, sore. Banjir bandang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Aceh Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulang Bencana Aceh (BPBPA), dirilis Kamis, 14 Mei 2020, banjir bandang tersebut mengakibatkan 57 rumah warga rusak dengan rincian 31 unit rusak berat dan 26 unit rusak sedang. 

Sementara itu 89 jiwa dari 25 kepala keluarga harus mengungsi karena tempat tinggalnya tak bisa ditempati lagi. Selain itu ada 5 warga yang mengalami luka-luka akibat banjir.

Banjir bandang ini juga mengakibatkan 3 mobil dan 1 sepeda motor terseret arus dan rusak berat, serta merendam tanaman perkebunan warga.

Adapun desa terdampak banjir adalah Desa Paya Tumpi Induk, Paya Tumpi Baru, Pinangan, dan Gunung Balohen di Kecamatan Kebayakan serta Desa Daling di Kecamatan Bebesen.

Titik pengungsian, 33 jiwa dari 10 keluarga mengungsi ke lokasi pengungsian SD Negeri 3 Kebayakan dan 56 jiwa dari 15 keluarga mengungsi ke rumah keluarga atau saudaranya.[](*)