IDI – KIP Aceh mengaku telah menerima laporan terkait insiden pengeroyokan anggota PPS Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayek, Aceh Timur, yang terjadi di kantor camat setempat, Selasa, 30 Agustus 2016, pagi tadi.

“Laporan pemukulan itu telah kami terima dari pukul 10.00 WIB pagi tadi. Untuk sementara kami telah meminta Ketua PPK Idi untuk mengklarifikasi permasalahan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujar Muhammad, Komisioner KIP Aceh saat dikonfirmasi portalsatu.com via telepon selulernya, Selasa, 30 Agustus 2016.

Muhammad mengatakan, KIP Aceh akan menindaklajuti jika perkara tersebut berhubungan dengan lembaga penyelenggara pilkada.

“Maka ini perlu ada klarifikasi di lapangan, kita lihat apakah permasalahan itu karena unsur pribadi atau hubungan lembaga,” katanya.

Dia menyebutkan KIP Aceh segera turun ke lapangan jika terkait lembaga. Mereka akan menyelesaikan kasus pemukulan terhadap anggota PPS baik secara hukum maupun kelembagaan.

“Tetapi jika ini masalah pribadi maka kami meminta diselesaikan saja di tingkat kecamatan. Selain itu, tidak hanya KIP, peran Panwaslih juga sangat diperlukan untuk menyelesaikan perkara ini,” kata Muhammad.

Sebelumnya diberitakan, seorang petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, dikeroyok sekelompok orang. Insiden itu terjadi saat korban sedang melakukan verifikasi faktual terhadap salinan dukungan bakal calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur jalur independen, di Kantor Camat Idi Rayeuk, Selasa, 30 Agustus 2016.

Korban bernama Mustafa, 45 tahun, yang juga warga Tanoh Anoe. Dia menyatakan segera membuat laporan pengaduan ke polisi terkait penganiayaan yang dialaminya. (Baca: Saat Verifikasi Faktual, Petugas PPS Tanoh Anoe Dikeroyok Sekelompok Orang)[](bna)