ACEH TIMUR – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) menyatakan kondisi saat ini sudah normal kembali setelah muncul asap dari kegiatan flaring gas sumur AS-11 yang mengakibatkan sejumlah warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, tumbang akibat terpapar asap tersebut, Jumat, 9 April 2021, lalu.
VP Relations dan Security Medco E&P Indonesia, Arif Rinaldi, dikonfirmasi portalsatu.com/, Rabu, 14 April 2021, mengatakan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Aceh Timur sudah melakukan survei. Hasilnya, kata dia, tidak ada lagi muncul bau asap dari kegiatan flaring gas sumur AS-11 PT Medco di Gampong Panton Rayeuk T dan sekitarnya.
"Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan oleh tim di lapangan pada Senin (12 April 2021), itu tidak ditemukan adanya bau gas dan parameter SO2, H2S, CH4 dan terbaca nol atau normal di udara," kata Arif Rinaldi melalui pesan WhatsApp.
Menurut Arif, PT Medco akan tetap memonitor kondisi sekitar sumur serta pemukiman warga setempat secara berkala. Tim perusahaan juga akan terus mendampingi warga atau korban yang sempat terpapar bau gas itu,
baik yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing maupun yang masih dirawat rumah sakit.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 26 warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengalami mual dan muntah akibat terpapar asap dari kegiatan flaring gas sumur AS-11 PT Medco E&P Malaka (Medco E&P). Sehingga sejumlah korban dilarikan ke Puskesmas setempat dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, Jumat, 9 April 2021.
Sebagian warga setempat juga mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam, sebagai antisipasi akan muncul kembali bau gas tersebut.[]



