BANDA ACEH – Harga sembako menjelang Ramadan 1441 H di Banda Aceh masih relatif stabil dibandingkan dua minggu lalu di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Sementara kebiasaan masyakat Aceh menyambut bulan suci Ramadan banyak membeli bahan dapur untuk persiapan puasa.

Haji Ramli (57), pedagang di Pasar Peunayong, Banda Aceh, mengatakan harga bahan dapur menjelang bulan puasa terpantau stabil. Beberapa jenis barang bahkan mengalami penurunan harga.

Menurut Ramli, jika biasanya masyarakat membeli salah satu jenis sembako 2 kg, sekarang banyak yang membeli sampai 10 kg untuk dibagikan kepada keluaga dan tetangganya.

“Ini sudah tradisi setiap tahun. Tetapi tahun ini, ada sedikit perubahan karena keadaan Covid-19 cukup berpengaruh kepada ekonomi masing-masing keluarga,” kata Ramli, Senin, 20 April 2020.

Ramli merincikan, sebelumnya harga gula pasir Rp23 ribu per kg, kini turun menjadi Rp18 ribu. Sedangkan harga per sak saat ini Rp840 ribu. Harga telur ayam juga turun dari Rp41 ribu satu papan 30 butir, kini menjadi Rp37 ribu.

“Minyak goreng relatif stabil harga di Medan juga ada penurunan. Jika eceran harga minyak goreng Rp12 ribu, turun jadi Rp11 ribu,” ujar Ramli.

Ramli juga menjelaskan, harga beras tidak begitu bermasalah karena saat ini Aceh tengah panen besar. Dalam satu bulan ini harga beras mengalami penurunan. Seperti beras berkualitas bagus turun sampai Rp5 ribu persak. 

“Harga beras Blang Bintang dari Rp155 ribu, turun menjadi Rp148 ribu per 15 kg. Sedangkan harga beras Mama Papa dari harga Rp170 ribu turun menjadi Rp160 ribu per 15 kg,” ungkapnya.

Ramli pun berharap masyarakat tidak memborong sembako di tengah pandemi corona ini. Ia mengatakan, stok bahan sembako di toko grosir menjelang Ramadan tergolong cukup. Namun, jika  banyak yang nemborong barang maka akan berdampak harga barang melonjak.

“Jadi nanti kalau masyarakat ingin membeli banyak ya tahan dirilah, kalau masyarakat memborong barang, pasti barang di pasar itu akan berkurang, otomatis akan naik harga,” pungkasnya.[]