LHOKSEUMAWE – Pemuda di lingkungan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe menilai upaya Pemerintah Aceh untuk mengembangkan KEK itu masih sangat lamban.

“Kita melihat tidak sesuai (antara) apa yang telah disampaikan oleh pemerintah dengan kondisi di lapangan berkenaan pengembangan KEK Arun. Kemudian Qanun (Aceh) tentang pengaturan tenaga kerja juga belum dibuat oleh pemerintah, ini yang menjadi persoalan khususnya di Aceh,” kata Ketua Karang Taruna Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Ibrahim, kepada portalsatu.com/, Selasa, 3 Juli 2018. Karang taruna adalah tempat kegiatan (berhimpun) para pemuda.

Ibrahim mengingatkan pemerintah jangan hanya memberi harapan kepada masyarakat dengan menyampaikan pernyataan di media massa bahwa akan ditampung puluhan ribu tenaga kerja di KEK Arun. Faktanya, kata dia, sampai sekarang KEK itu terlihat masih jalan di tempat atau tidak ada perkembangan signifikan.

“Harus ada keseriusan khususnya dari Pemerintah Aceh dalam pengembangan KEK Arun. Apabila memang benar-benar dilakukan tentu saja akan ada perubahan menyangkut perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Ibrahim alias Bram.

Namun, Bram menilai sejauh ini keseriusan pemerintah terhadap pengembangan KEK Arun tampak masih sangat lemah. Terkesan, kata dia, pemerintah hanya melakukan kegiatan seremonial saat ada pertemuan tertentu. “Memang benar membutuhkan proses, tetapi harus dibuktikan juga kepada masyarakat tindakan atau langkah apa saja yang sudah dilakukan pemerintah terhadap KEK Arun tersebut,” katanya.

“Pada dasarnya masyarakat Lhokseumawe sudah mendukung berjalannya KEK Arun. Akan tetapi, bila hanya sebatas wacana yang tidak ada kepastiannya untuk apa, kan itu percuma saja,” ujar Bram.

Bram meminta pemerintah turut melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda di lingkungan KEK Arun dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi ekonomi di kawasan tersebut. Menurut dia, pemerintah daerah juga harus mengembangkan dan meningkatkan skill (keterampilan) para pemuda atau putra daerah, supaya tidak hanya menjadi penonton ketika KEK Arun berjalan nantinya.

“Jangan sampai putra daerah selalu ditempatkan sebagai petugas jaga (satpam) atau petugas kebersihan. Posisi itu bukan tidak baik, tetapi kita melihat dari segi perkembangan ke depan bagi masyarakat di daerah ini. Cukup banyak kaum intelektual khususnya di Lhokseumawe, maka libatkan secara layak dalam memajukan KEK Arun. Tentu dengan harapan dapat berjalan dengan maksimal nantinya,” kata Bram.[]

Lihat pula:

Apa Kabar KEK Arun Lhokseumawe?

Ini Kata Kepala Unit Perizinan Kantor Administrator KEK Arun Soal Calon Investor