Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...

Ini Kata Pj Wali Kota saat Buka Pekan Imunisasi Nasional Polio di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, membuka Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional Sub (PIN) di SD 5 dan 7, Kecamatan Banda Sakti, Senin, 12 Desember 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk merespons penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Aceh yang ditemukan di Kabupaten Pidie pada November lalu.

Pj Wali Kota Lhokseumawe mengatakan pelaksanaan PIN ini salah satu wujud kecintaan pemerintah kepada seluruh masyarakat dan anak-anak. Jika imunisasi ini tidak dilakukan maka akibatnya akan fatal bagi pertumbuhan dan kesehatan anak-anak.

“Apabila imunisasi tidak kita lakukan dari sekarang, saya sebagai pimpinan khawatir anak-anak kita pertumbuhannya akan terganggu, akibatnya anak-anak cenderung mengalami kecacatan dan kematian yang (nauzubillah) tidak kita inginkan,” kata Pj. Wali Kota.

Pj. Wali Kota berharap tokoh masyarakat membantu sosialisasi imunisasi kepada seluruh masyarakat. Jika tidak maka target 95% imunisasi tidak akan berhasil.

“Ini mengkhawatirkan bagi saya. Target kita 95% tidak akan berhasil tanpa ada bantuan dari tokoh masyarakat semua. Saat ini imunisasi masih di bawah rata-rata 50%, data ini saya dapatkan setelah kunjungan ke empat puskesmas di Lhokseumawe,” ujar Pj. Wali Kota.

Menurutnya, Sub-PIN juga satu upaya mencegah sunting. “Kalau sudah imunisasi berarti makin tinggi daya tahan tubuh anak terhadap penyakit, asupan nutrisi dan gizi akan lebih baik dan terhindar dari stunting. Salah satu sebab stunting yaitu kurang asupan gizi yang menyebabkan anak tidak normal dan perkembangan otaknya tidak baik,” tutur Pj. Wali Kota.

Imran menilai unsur kepala sekolah dan guru sangat penting dalam menyukseskan Sub-PIN ini. “Kalau ada saya dengar sekolah yang menolak, siap-siap minta dipindahkan atau dinonaktifkan sebagai kelapa sekolah dan guru,” tegasnya.

“Kalau ada sekolah yang menolak imunisasi berarti mereka tidak mencintai anak sekolahnya. Sekolah berperan mensosialisasikan sehingga sukses program imunisasi. Orang tua juga jika menolak artinya tidak sayang kepada anaknya, jangan tunggu sakit dan lumpuh baru menyesal,” tambah Pj. Wali Kota.

Kadis Kesehatan Kota Lhokseumawe, Safwaliza, S.Kep., M.K.M., melaporkan kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan ditambah 5 hari sweeping sampai 24 Desember 2022.

Dinkes Lhokseumawe telah menyiapkan vaksin polio berjumlah 56.050 dosis, untuk sasaran imunisasi anak usia 0 bulan sampai 12 tahun berjumlah 37.895 anak yang bersumber dari anggaran tahun 2022.

Untuk memudahkan, imunisasi bisa dilakukan sekolah, puskesmas dan posyandu di gampong.

Safwaliza mengatakan posko tersedia di 82 sekolah dan 103 madrasah TK serta PAUD, dan 100 posyandu yang tersebar di 68 gampong di Kota Lhokseumawe.[](rilis)

Baca juga: