BIREUEN – Plt. Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., mengatakan tidak bisa membangun daerah dengan maksimal tanpa dukungan semangat dan peran para pemuda di berbagai tingkatan.

“Pemuda harus menjadi motivator pembangunan,” ucap Muzakkar A. Gani saat silaturahmi bersama pemuda dengan tema “Bersatu untuk Membangun Bireuen” di kediaman Plt. Bupati Bireuen, Selasa, 3 Maret 2020, malam.

Menurut Muzakkar, pemuda harus memiliki wawasan dan inovasi dalam berperan membangun daerah. Dia mengatakan agenda silaturahmi itu menyahuti usulan kalangan pemuda kepadanya beberapa waktu lalu.

Saat menjabat Plt. Bupati Bireuen, dirinya sudah melakukan konsultasi dengan berbagai elemen. Muzakkar ingin energi dari pemuda untuk melanjutkan pembangunan dengan damai kondusif hingga akhir sisa masa jabatan.

“Masih ada 2,5 tahun lagi sisa masa jabatan dan terus melakukan evaluasi. Tentu saja secara umum tetap melanjutkan dasar yang dulu telah kami letakkan bersama dengan almarhum H. Saifannur untuk membangun Bireuen,” katanya.

Tarmizi Badai, Ketua Panitia Kenduri Pemuda mengatakan latar belakang silaturahmi itu seiring dengan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bireuen menghadiri Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen.

“KNPI dan OKP lainnya di Bireuen tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Saat itu kami usulkan kenduri pemuda Bireuen dan disikapi oleh Plt. Bupati Bireuen sehingga terlaksana pada malam ini,” katanya.

Ke depan, Tarmizi berharap Pemkab Bireuen agar memfasilitasi pemuda jika ada kegiatan nasional maupun daerah. “Sebab pemuda punya gagasan dan ingin sama-sama membangun Kabupaten Bireuen,” harapnya.

Anggota DPRK Bireuen, Zulfikar, mengatakan perlunya membangun sinergitas kalangan pemuda dengan Pemda. “Adanya induk organisasi pemuda dapat memfasilitasi semua OKP bisa berkumpul dan berdiskusi,” ucap Zulfikar.

Silaturahmi melalui tajuk Kenduri Pemuda itu dihadiri Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, Ketua KNPI Bireuen Asnawi MY., anggota DPRK Bireuen, Zulkarnaini, dan Zulfikar Apayub, dan 300 orang terdiri dari pengurus kecamatan KNPI, serta sejumlah OKP.[]