Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsIni Kata Plt....

Ini Kata Plt. Gubernur Aceh Soal Kemiskinan

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bertekad menekan akan kemiskinan satu persen pada 2019 seiring dengan telah disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun ini pada akhir 2018.

“Kita yakin upaya menurunkan angka kemiskinan Aceh satu persen ini akan tercapai seiring pengesahan APBA 2019 pada akhir tahun 2018,” kata Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriaansyah, di Darussalam, Banda Aceh, 25 Januari 2019.

Di sela-sela menjadi pembicara utama dalam Rapat Kerja Nasional Rapat Kerja Nasional II Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) di AAC Dayan Dawood, ia menyebutkan angka kemiskinan Aceh saat ini berada pada posisi tertinggi di Sumatera.

“Secara nasional kita berada pada peringkat keenam, namun jika secara Sumatera, Aceh paling tinggi,” katanya.

Menurut dia, pada tahun 2018, angka kemiskinan di provinsi ujung paling barat itu hanya mengalami penurunan sekitar 0,5 persen menyusul pengesahan APBA pada tahun berjalan yakni pada Maret.

“Keterlambatan pengesahan anggaran ini ikut berdampak, sesuai peraturan perundang-undangan yang ada, APBA itu disahkan satu bulan sebelum tahun berjalan,” katanya.

Nova meyakini pengesahan APBA tepat waktu yang telah dilakukan Pemerintah Aceh bersama dengan DPR Aceh, penurunan angka kemiskinan sebesar satu persen pada tahun 2019 akan terwujud.

“Kami targetkan semua kontrak kerja akan segera tuntas pada Maret ini,” kata Nova.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menyebutkan penduduk miskin di provinsi setempat pada September 2018 mencapai 831 ribu orang atau 15,68 persen bertambah dua ribu orang dari September 2017 sebanyak 829 ribu orang.

Reporter: M Ifdhal.[] Sumber: antaranews.com

Baca juga: