LHOKSEUMAWE Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe sedang menyelidiki tentang Mansur yang diamuk massa di Paloh Kayee Kunyet, Nisam, Aceh Utara, Minggu, 2 Juli 2017, malam. Pasalnya, massa main hakim sendiri terhadap Mansur dengan tuduhan sebagai maling lembu.
Kita sedang menyelidiki apakah pria itu maling ternak atau bukan, karena dari informasi yang kita dapatkan, sebelum diamuk massa, pria nahas itu baru saja kabur bersama empat temannya dari kejaran warga dari desa lain, ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha W kepada portalsatu.com, Senin, 3 Juli 2017.
Budi menjelaskan, saat ini pria asal Teupin Reusep, Sawang, Aceh Utara tersebut masih dirawat di RSU Cut Meutia Lhokseumawe dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.
Selian itu, kata Budi, pihaknya juga terus berupaya menenangkan masyarakat Paloh Kayee Kunyet yang masih emosi karena mencurigai Mansur adalah orang yang selama ini mencuri ternak mereka.
Kita minta warga tenang dahulu dan menyerahkan semua proses penyelidikan kepada pihak kepolisian, untuk membuktikan apakah dia benar-benar maling atau bukan. Karena saat kejadian tidak kita temukan bukti dia maling ternak, pungkas Budi.
Diberitakan sebelumnya, Mansur kritis akibat dihajar massa di Gampong Paloh Kayee Kunyet, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Minggu, 2 Juli 2017, sekitar pukul 21.00 WIB. Pria tersebut dicurigai hendak mencuri lembu di kawasan perkampungan itu. Massa juga membakar sepeda motor yang digunakan Mansur.[]


