LHOKSUKON – Proyek pengolahan garam teknologi geomembran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Aceh Utara secara garis besar masih sesuai dengan prosedur yang direncanakan. Proses pengerjaan dengan jangka waktu tiga bulan itu sejak awal Agustus dan ditargetkan selesai pada Oktober 2018.
Hal itu disampaikan Ir. Muklis, PPK dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, ditemui portalsatu.com/ di lokasi proyek itu, Selasa, 14 Agustus 2018, sore. “Cuma mungkin ada hal kecil di lapangan yang memang harus kita sesuaikan kembali, termasuk perencanaan yang sudah kita lakukan proses tender. Karena ini menyangkut dengan kesiapan dari kelompok juga. Kondisi di lapangan yang bisa memengaruhi pelaksanaan kegiatan,” ujar Muklis.
Muklis melanjutkan, “Jangka waktu pelaksanaan di lapangan tiga bulan, dimulai awal Agustus hingga Oktober. Kementerian juga mengharapkan untuk tahun ini harus ada produksi perdana dari proyek ini. Dalam 1 hektare (Ha) ditargetkan hasil 40 ton sekali panen. Dengan luas 15 Ha, maka lahan yang bisa memproduksi garam sebesar 1,5 Ha atau 10 persen dari luas lahan. Sisanya untuk penampungan air, lahan peminihan, dan kolam.”
Menurut Muklis, proyek itu dikerjakan oleh satu kelompok tani dan bernaung di bawah koperasi yang bergerak di bidang penggaraman dengan anggota sekitar 40 orang.
Di sini, kata Muklis, pihaknya saling berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya, seperti Dinas Koperasi. “Mereka juga ada tim teknisnya dalam kegiatan ini. Namun perihal pemasaran kita serahkan ke kelompok dan koperasi, karena koperasi yang punya kebijakan ke mana nantinya akan dipasarkan,” ujarnya.
“Kita di sini upaya untuk pemberdayaan guna meningkatkan hasil, sebagai pelaksana dan juga pengawasan, tapi di lapangan kita serahkan kepada koperasi. Di sini juga dibentuk tim konsolidasi yang ikut melibatkan unsur Bappeda, kita juga koordinasi dengan Asisten II, Dinas Industri dan Perdagangan dan Dinas Koperasi. Setiap ada kegiatan sosialisasi, rembuk atau peningkatan kapasitas koperasi, kita juga melibatkan tim konsolidasi,” pungkas Muklis.[]


