BANDA ACEH – Mantan Juru Bicara GAM Sofyan Dawood yang sekarang menjadi tim pemenangan Tarmizi A. Karim menyayangkan insiden di Masjid Raya Pase Pantonlabu, Aceh Utara, 20 Januari 2017.
“Sangat disayangkan peristiwa yang seperti itu terjadi di masjid,” ucap Sofyan Dawood kepada portalsatu.com melalui telpon seluler, Sabtu, 21 Januari 2017.
Menurut Sofyan Dawood, Tarmizi Karim saat itu sudah dijadwalkan untuk menjadi khatib di masjid tersebut. Namun, kata dia, saat calon Gubernur Aceh itu akan naik mimbar, tiba-tiba Tarmizi dihalangi salah seorang jemaah salat Jumat, M. Jhony.
Akibatnya, kata Sofyan, terjadi adu mulut antara tim Tarmizi Karim dengan Jhony. Sehingga, kata dia, Jhony diboyong ke kantor polisi setempat. “Yang saya tahu Pak Tarmizi sudah dijadwalkan untuk ber-khutbah di masjid itu, tetapi dihalangi,” kata Sofyan.
Sofyan mengatakan Tarmizi Karim sudah sering menyampaikan khotbah Jumat di beberapa masjid.
Ia berharap insiden di masjid tersebut tak terjadi lagi. “Ini sangat berbahaya. Kita harap tidak terjadi lagi,” kata Sofyan.
Sebelumnya, Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman akrab disapa Adi Laweung kepada portalsatu.com di Banda Aceh, 20 Januari 2017, mengatakan, Jubir KPA/PA Pase M. Jhony tidak membuat onar di Masjid Raya Pase Pantonlabu.
Adi Laweung mengatakan, perkara itu diawali dari kejadian pergantian khatib. Kata dia, saat itu khatib yang dijadwalkan untuk khutbah di Masjid Raya Pase adalah Teungku Fauzan. Namun, kata dia, Teungku Fauzan tak bisa hadir, sehingga diganti dengan Teungku Jakfar.
Namun, kata Adi Laweung, tiba-tiba ada dua orang yang meminta Teungku Jakfar turun dari mimbar dan menggantinya dengan Tarmizi Karim. Tak terima dengan hal tersebut, kata dia, Jhony yang ikut dalam jemaah salat Jumat pun protes.
Tak jelas bagaimana kelanjutannya, kata Adi Laweung, Jhony dibogem dan kemudian dibawa ke kantor polisi.[]
Baca juga:




