SIGLI – Ribuan warga dari berbagai gampong dalam Kecamatan Pidie dan sekitarnya, mengikuti pengajian Tastafi dan zikir akbar yang dipimpin Tgk. Haji Muhammad Yusuf Bin A. Wahab akrab disapa Tu Sop, di Masjid Raya Pidie, Labui, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Minggu, 10 Desember 2017, malam. Pengajian Tastafi dan zikir akbar itu juga dihadiri para pemimpin dayah dan balai pengajian di Kecamatan Pidie.
Dalam pengajian setelah salat Isya hingga pukul 23.30 WIB itu, Tu Sop menjelaskan, jika mayoritas bangsa yang memiliki sifat tasawuf istikamah, pasti akan menjadi bangsa yang besar dan kuat, tentunya akan disegani oleh bangsa lain. “Jika manyoritas sebuah bangsa memiliki sifat tasawuf istikamah, pasti akan menjadi bangsa yang kuat, akan menjadi bangsa yang jujur, tidak mengkhianati terhadap komitmen- komitmen kerja,” ujar Tu Sop.
Tu Sop mengajak masyarakat Aceh untuk tetap dalam barisan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan mengikuti Alquran, hadis Rasulullah, pendapat para sahabat amirulmukminin hingga ijmak para ulama.
“Masyarakat tidak perlu berpikir lebih jauh dalam hal beribadah terutama masalah tauhid, karena keterbatasan ilmu dikhawatirkan akan menyimpang. Yang peunteng iteukeut limong ploh, yang terdiri dari 20 sifat Allah, 20 yang mustahil dan yang harus 1. Dan ditambah 4 sifat rasul, 4 yang mustahil, serta 1 sifat harus bagi rasul. Itu diamalkan dan dijalankan sesuai perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah,” kata Tu Sop.
Tu Sop menjelaskan, untuk mengkaji persoalan tauhid, tasawuf serta fikih secara mendalam tentunya harus memiliki kemampuan ilmu bidang tersebut, diperoleh dari dayah-dayah di Aceh yang bermazhab Imam Syafi’i. Bukan mempelajari ilmu agama dan Alquran di laptop yang dikhawatirkan salah penafsiran.
Setelah mengisi pengajian, Tu Sop membimbing zikir yang diikuti seluruh jemaah secara khusyuk, ditutup dengan pembacaan doa.
Ketua panitia zikir akbar, Tgk. Muhammad Riza Abdullah didampingi Ketua Remaja Masjid, Tgk. Fakhrul, S.T., mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Semoga masyarakat, para jamaah mendapat bahan renungan dari intisari yang diberikan ayah rohani kita umat Islam, Ayah Sop, dengan harapan lebih meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan rasul, sehingga Islam di Aceh tetap kuat,” ujar Tgk. Riza yang juga alumni Dayah Mudi Mesra, Samalanga.[]



