Pernyataan UAS ini penulis petik dari kanal youtubenya dalam sesi “Menjawab Pertanyaan yang Tertunda”
Berkaitan tentang ujian,musibah atau cobaan yang sedang menimpa kita, maka langkah langkah yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:
Pertama, secara akidah kita perlu yakin dulu bahwa semua ini telah menjadi Ketetapan Allah. Kita menyatakan diri lemah di hadapanNya. Kita hanya bagai mayit yang sedang dimandikan, tak ada kuasa kita. Itulah yang perlu kita yakini terlebih dahulu, selebihnya kita berdoa, berusaha dan tawakkal.
Kedua, oleh karena kita lemah,maka mintalah pertolongan padaNya. Hal ini diperlukan agar kita punya pengharapan dan tidak putus asa. Sebab keputusasaan bisa mendekatkan kita pada kekufuran. Lakukan sebanyak mungkin amalan sesuai dengan kondisi kita, agar setiap waktu kita bermanfaat dan mendekatkan pertolongan Allah.
Ketiga, bisa jadi catatan amalan kita masih buruk dan tak banyak kebaikan. Maka Allah Ingin membersihkan kita dengan ujian dan musibah yang dengannya kita bersabar. Atau Allah telah tetapkan Tempat Baik bagi kita, tapi amalan kita kurang, maka Allah menguji kita dengan cobaan,ujian atau musibah. Dan apabila kita bersabar maka balasananya (bagi yang sabar) tak akan terkira.
Keempat, Allah ingin kita mencapai maqam ridha yang dengan sifat ridha ini pula nanti kita akan mendapatkan RidhaNya. Sebab, saat nikmat surga telah dinikmati semua, nanti Allah akan bertanya, ” Apa lagi yang kalian inginkan?”. Penduduk surga menjawab,
“RidhaMu”. Dan maqam ini hanya dilalui oleh orang orang yang bersabar dalam keadaan apapun, baik di saat lapang, apalagi di masa masa sulit dan sempit.[]
Kiriman Taufik Sentana
Peminat literasi dakwah



