Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaIni Kata Ustaz...

Ini Kata Ustaz Sabaruddin Soal Program Cetak 100 Hafiz

SUBULUSSALAM – Salah satu program unggulan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam nomor urut 4, H. Anasri, S.T., M.T., – Ustaz Sabaruddin, S.Pd.I., menjadikan Subulussalam sebagai kota santri melalui program cetak 100 hafiz.

Demikian disampaikan calon Ustaz Sabaruddin kepada portalsatu.com sebelum  berangkat ke Kecamatan Rundeng untuk kegiatan kampanye, Rabu, 21 Maret 2018. Ia mengatakan, saat menjadi Ketua Panitia Peringatan Hari Santri pertama 2016 lalu, jargon yang disampaikan kala itu menjadikan Kota Subulussalam sebagai kota santri. 

“Jargon yang pernah saya sampaikan waktu itu, kami masukkan dalam visi misi dan program kerja paslon nomor 4,” kata Ustaz Sabar.

Menurut dia, untuk mewujudkan itu, perlu perhatian dan pemberdayaan maksimal terhadap pondok pesantren (ponpes) dan dayah di Kota Subulussalam, terutama menggratiskan biaya makan santri.

“Kalau kita lihat selama ini kendala di biaya makan. Sistem bayar uang makan itu berat. Orang tua kewalahan dia di situ, karena itu kita punya program membebaskan uang makan santri,” ungkapnya.

Ustaz Sabar mengatakan, program menggratiskan uang makan santri juga sedang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya. Hal sama akan dilakukan terhadap Kota Subulussalam, jika pasangan Anasri-Sabaruddin terpilih di Pilkada 2018.

“Dengan membebaskan uang makan santri, para orang tua sudah terbantu untuk mengurangi beban. Sehingga pesantren menjadi pilihan utama, dan berkembang, kita dukung dengan fasilitas,” ungkap Ketua Dewan Dakwah Indonesia Kota Subulussalam ini.

Ustaz Sabar optimis program cetak 100 hafiz bisa terwujud melalui pemberdayaan ponpes dan dayah serta para santri. Termasuk memberikan perhatian lebih terhadap santri dan santriwati yang berpotensi untuk menjadi hafiz.

“Kita dukung ponpes dan dayah untuk mencetak hafiz, santri berpotensi kita berikan dukungan lebih, dari sektor makanan harus dijaga karena menyangkut dengan hafalan,” paparnya.

Menurut dia, mencetak hafiz bukan membuat ponpes atau dayah baru, tapi memberdayakan yang sudah ada. “Kondisi hari ini, kita masih sedikit hafiz quran, sangat miris kondisi imam yang ada. Kalau tempat lain imam hafiz. Ke depan cita-cita kami, daerah ini menjadi darul quran artinya daerah quran, banyak hafiz yang lahir dari ponpes dan dayah,” demikian Ustaz Sabaruddin.[]

Baca juga: