TAKENGON – Sejumlah masyarakat Aceh Tengah menilai positif eksekusi cambuk yang dilakukan terhadap pelanggar syariat. Mereka sangat setuju dengan pelaksanaan cambuk yang telah diterapkan Pemerintah Aceh saat ini.

Suriani, salah satu warga yang menyaksikan eksekusi cambuk di halaman Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Kamis, 26 Mei 2016, menilai hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Namun dia berharap eksekusi cambuk juga diterapkan secara menyeluruh dan tanpa pilih kasih.

“Siapa yang bersalah cambuk saja, jangan nanti 'si polan' dicambuk ringan sementara masyarakat biasa cambukan algojo keras. Itu jangan,” katanya.

Hal senada disampaikan Marwanim, warga Aceh Tengah lainnya. Menurutnya eksekusi cambuk yang dilaksanakan di Aceh saat ini sudah cukup bagus. Cambuk juga dinilai menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Begitu pula dengan Yusna Dewi. Dia turut membandingkan hukuman cambuk di Aceh yang relatif lebih ringan dibandingkan dengan negara jiran. “Sudah bagus itu, kalau cambuk di Malaysia terlalu berat, perasaan kami, sampai berdarah-dara,” ujar Yusna Dewi.[] (bna)