IDI RAYEK – Ratusan warga di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, menahan sejumlah mobil dinas Pemkab Aceh Timur saat Bupati Hasballah M. Thaib alias Rocky mendampingi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Harry Hikmat, di lokasi kebakaran sumur minyak, Jumat, 4 Mei 2018.
“Itu terjadi ketika Bupati Rocky usai mengunjungi lokasi kebakaran untuk mendampingi perwakilan Kemensos RI tersebut, dia (bupati) tidak menemui warga sesuai permintaan kita supaya sumur minyak itu jangan sampai ditutup,” kata Syahirman, salah seorang warga Desa Pasir Putih, dikonfirmasi portalsatu.com/, Jumat siang.
Menurut Syahirman, masyarakat menjadi geram karena Bupati Rocky tidak menuruti permintaan warga, sehingga massa menahan mobil dinas milik Pemkab Aceh Timur dan Pemerintah Aceh di lokasi tersebut.
“Kita tidak melakukan anarkis, tujuan masyarakat hanya untuk meminta kejelasan tentang keberadaan sumur minyak ini. Kami bersikeras agar sumur tersebut jangan sampai ditutup secara permanen,” ujar Syahirman.
Menurut Syahirman, saat terjadi aksi warga itu, pihak kepolisian mencoba menenangkan massa.
Serahkan bantuan
Informasi diperoleh Syahirman, tujuan kedatangan pihak Kemensos untuk memberikan bantuan kepada para korban kebakaran sumur minyak. “Kalau tidak salah saya bantuan itu diberikan dengan jumlah Rp5 juta per orang bagi korban luka-luka, dan Rp15 juta per orang untuk korban meninggal dunia. Kami berterima kasih banyak atas bantuan tersebut,” ujarnya.
Namun, kata Syahirman, masyarakat setempat tetap memperjuangkan lahan sumur minyak di kawasan itu. “Tadi, kata pihak kepolisian kepada masyarakat agar bersabar sampai hari Senin (7 Mei 2018, untuk mendapatkan jawaban dari Pemkab Aceh Timur),” kata Syahirman.
Syahirman menambahkan, pihaknya tetap menunggu hingga batas waktu yang sudah ditentukan tersebut. Apabila nantinya juga tidak ada keputusan yang konkret, kata dia, masyarakat akan mendatangai kantor Bupati Aceh Timur untuk mempertanyakan kejelasan tentang lokasi sumur minyak itu.
“Tuntutan kita tetap sama, bahwa sumur minyak itu jangan ditutup. Nanum, bila juga dilakukan penutupan maka kami meminta seluruh perusahaan yang menyangkut Migas di Kabupaten Aceh Timur sebaiknya keluar dari daerah setempat,” ungkap Syahirman.
Sementara itu, portalsatu.com/ belum berhasil mendapatkan pernyataan dari pihak Polres dan Pemkab Aceh Timur terkait aksi massa menahan mobil dinas di lokasi sumur minyak Desa Pasir Putih. Beberapa kali dihubungi portalsatu.com/ lewat telepon seluler, pihak Polres dan Pemkab Aceh Timur belum merespons.[]
Penulis: Muhammad Fazil




