LHOKSUKON – Sebagian warga korban rumah rusak di Dusun Cot Raboe, Gampong Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, hingga saat ini masih mengungsi ke Polindes yang ada di dalam lingkungan musala (meunasah) gampong setempat, Senin, 27 November 2017. Sebagian lainnya lebih memilih tidur di puing-puing rumah dengan membangun tenda darurat.
"Han jeut ta peutinggai rumoh, adak pih hana le. Sabab na barang-barang, baje. Beklam watee loen sidroe ie rumoh, na troh pancuri. Adak loen teumeng beklam, ka loen jok bak polisi. Karab loen teumeng mat bak ija handok jih (Tidak bisa kita tinggalkan rumah, meski sudah tidak ada lagi. Karena ada barang-barang, baju. Semalam ketika saya sendiri di rumah, ada datang maling. Andaikan saya dapat semalam, saya kasih ke polisi. Hampir saya berhasil meraba handuknya)," kata Basyariah, saat ditemui portalsatu.com/ di reruntuhan rumahnya.
Basyariah mengaku tidak mengungsi ke musala. Anak dan suaminya telah membangun tempat alakadar agar bisa ditempati sementara waktu di samping puing-puing rumahnya. “Loen ngen sinyak eh di sino, Abu bak meunasah (Saya dan anak tidur di sini, Abu (suami) di musala),” ujar Basyariah.
Di temui di lokasi dapur umum, Kepala Dusun Cot Raboe, Erwin menyebutkan, sejumlah bantuan dari berbagai pihak sudah tiba di lokasi. Namun, ada beberapa barang yang paling dibutuhkan belum ada.
“Saat ini bantuan paling dibutuhkan adalah peralatan sekolah, mulai seragam, tas, sepatu dan alat tulis. Ada 20-an anak tidak bisa sekolah, karena perlengkapan sekolah hilang dan basah. Padahal ini sudah mendekati ujian semester,” ungkap Erwin.
Sebagai salah satu korban rumah roboh, Erwin mengatakan, “Tiga dari enam anak saya tidak bisa sekolah, satu diantaranya sudah kelas VI SD. Selain perlengkapan sekolah, kita juga butuhkan pakaian jadi. Jika memang tidak ada yang baru, yang layak pakai juga boleh.”


