SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti, mengatakan ada oknum Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat politik praktis turut membagikan undangan kegiatan salah satu partai politik baru-baru ini. Dia mengingatkan oknum guru tersebut agar tetap independen.

“Anda itu guru PNS harus netral, harus independen jangan terlibat politik praktis,” kata Merah Sakti saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  dan Hari Guru Nasional di Lapangan Sadakata, Senin, 27 November 2017.

Merah Sakti menegaskan tidak segan-segan memberikan sanksi bagi PNS maupun guru yang terlibat langsung dalam politik praktis menghadapi pemilihan calon wali kota dan wakil wali kota Subulussalam pada Pilkada 2018 mendatang.

“Ada guru terlibat langsung membagikan undangan partai politik, dia sedang dalam pertimbangan saya, apakah ke Longkib atau ke Sultan Daulat,” tegas Merah Sakti.

Selain itu, Merah Sakti juga berencana melakukan evaluasi kinerja para kepala sekolah (kepsek) tingkat SD dan SMP, terutama bagi yang sudah menjabat 5 sampai 12 tahun. Evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi muda di bumi Sadakata. 

“Bagi kepsek yang berkinerja bagus akan dipertimbangkan kembali untuk menjabat. Yang kinerja kurang bagus, ya harus kita ganti dengan kepsek yang baru,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Evaluasi juga dilakukan terhadap kepsek yang baru menjabat 1 atau 2 tahun. “Kita lihat kinerja mereka bagus atau tidak, kalau bagus dipertimbangkan,” kata Merah Sakti.[]