BANDA ACEH – Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Tuanku Muhammad, menyayangkan keributan yang terjadi saat pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Pase, Panton Labu, Aceh Utara, 20 Januari 2017.

“Saya sangat menyayangkan kejadian kericuhan saat salat Jumat kembali terjadi di Aceh. Seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi,” kata Muhammad.

Muhammad menilai kejadian itu ada sangkut pautnya dengan Pilkada 2017 antartimses calon gubernur.

“Jadi, ini memang benar ada sangkut pautnya dengan pilkada. Kejadian ini berawal dari ketidaksetujuan Jubir PA Pase atas digantinya khatib Jumat atas nama Tarmizi Karim, yang merupakan salah satu calon Gubernur Aceh. Memang semakin dekat dengan hari pencoblosan semakin panas suhu perpolitikan di Aceh. Jadi, tingkat sensitivitas antartimses juga semakin tinggi,” kata Muhammad.

Muhammad berharap kejadian itu tidak terulang lagi di masa datang karena menggangu ketenangan masyarakat beribadah.

“Saya sangat menyayangkan dan berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, apalagi ketika salat jumat. Saat warga ingin mendapatkan ketenangan dalam beribadah Jumat, tetapi harus melihat kericuhan yang seharusnya tidak terjadi,” kata Muhammad. 

“Saya menyarankan agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan. Agar tidak terjadi kejadian-kejadian lanjutan. Jadi, sesama pihak bertikai agar bisa menyelesaikan pertikaian ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya lagi. 

Ia juga berharap KIP dan Panwaslih Aceh untuk lebih tegas. “Kepada KIP, saya menyarankan agar lebih tegas lagi dalam bekerja. Dan jangan takut untuk memberi sanksi kepada setiap pasangan calon yamg ditemukan adanya kesalahan,” kata Muhammad.[]

Laporan Muhammad Saifullah