BANDA ACEH – Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Nurul Ikhsan, menyesalkan keributan saat pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Pase, Panton Labu, Aceh Utara, Jumat, 20 Januari 2017.
Ini adalah sebuah tindakan yang tidak sepatutnya terjadi. Kita selaku masyarakat Aceh merasa malu atas kejadian itu, kata Nurul Ikhsan, Jumat malam.
Ikhsan menilai tidak ada yang salah apabila seorang calon Gubernur Aceh menjadi khatib salat Jumat, tetapi bukan untuk berkampanye.
Saya rasa tidak ada yang salah ketika beliau ingin mengisi khotbah, dan juga tidak ada aturan KIP yang menyatakan melarang kandidat untuk mengisi khotbah hari Jumat, kata Ikhsan.
Ada atau tidak sangkut pautnya dengan pilkada, kejadian seperti ini tidak harus terjadi, ujarnya lagi.
Ikhsan menyarankan simpatisan cagub/wagub lebih mengedepankan sportivitas dan kedamaian dalam Pilkada 2017. Ini penting, kata dia, agar masyarakat bisa menilai dalam memilih pemimpin Aceh ke depan sesuai yang diharapkan.
Ikhsan berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Sebab, insiden seperti itu selain akan mengganggu pilkada damai, juga mencoreng nama Aceh.
Kami sangat mengharapkan terciptanya Pilkada Aceh kali ini penuh kedamaian, tentram, dan pastinya menjadi contoh baik untuk daerah lain, dan hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan. Apalagi Aceh selalu dikaitkan dengan negeri syariat, tetapi hal seperti itu masih sempat terjadi, kata Iksan.[]
Laporan Muhammad Saifullah



