BANDA ACEH – Dari 113 napi yang kabur dari LP/Lapas Kelas IIA, Lambaro, Aceh Besar, Kamis, 29 November 2018, malam, 10 di antaranya berhasil ditangkap. Sementara sisanya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas AKBP Ery Apriyono, menjelaskan, terjadi pembobolan LP Lambaro yang dilakukan napi diperkirakan berjumlah lebih kurang 110 orang, Kamis, sekira pukul 18.30 WIB.
Menurut Ery Apriyono, saat itu para napi hendak melaksanakan salat Magrib. Tiba-tiba sekumpulan napi yang berada di bagian kanan LP mendobrak pagar jaring besi. Mendengar suara keributan tersebut, seorang petugas bernama Munawar yang sedang berjaga di ruang P2U, mengecek dan melihat petugas jaga lain yang berada di bagian dalam LP diserang oleh para napi yang berjumlah lebih kurang 100 orang.
“Melihat petugas di bagian dalam diserang oleh napi, petugas jaga lainnya sedang berada di lokasi menghentikan tindakan para napi tersebut. Namun karena situasi tidak terkendali, mereka berhasil merubuhkan dinding pengamanan dan melarikan diri ke areal persawahan di belakang Lapas,” kata Ery, Kamis malam.
Menurut Ery, berdasarkan data sementara napi yang ada di Lapas Lambaro berjumlah 720 orang. Sedangkan yang melarikan diri sebanyak 113 orang, dan telah berhasil diamankan 10 orang. “Selebihnya masih dalam pengejaran oleh personel jajaran Polresta Banda Aceh dan Polda Aceh,” jelasnya.
Dalam peristiwa itu, seorang petugas Lapas bernama Budiawan Akbar menjadi korban akibat dianiaya oleh sejumlah napi ketika hendak melarikan diri. Korban saat ini telah dilarikan ke salah satu rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.[]
Penulis: Khairul Anwar



