TAKENGON – Dana yang relatif besar bergulir ke kampung dinilai belum signifikan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Itulah sebabnya, perlu upaya yang strategis agar dana desa dapat lebih optimal memberi manfaat. 

Upaya tersebut terwujud dalam bentuk program Bursa Inovasi Kampung yang dibuka Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, dengan mengharuskan setiap kampung berinovasi untuk memajukan kampung masing-masing. 

“Setiap kampung sekarang punya dana yang relatif besar, maka harus dikelola dengan baik, karena itu perlu inovasi,” ujar Shabela di sela acara yang berlangsung di Auditorium Universitas Gajah Putih Takengon, Sabtu, 30 Desember 2017.

Menurut Shabela, kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas hidup dan penanggulangan kemiskinan adalah sasaran utama pembangunan kampung yang dapat dicapai melalui berbagai inovasi di kampung. 

“Melalui Bursa Inovasi Kampung ini nanti diharapkan di setiap kampung minimal ada satu produk yang bernilai ekonomis dan potensial untuk dikembangkan,” ujar Shabela. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Aceh Tengah, Windi Darsa, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan enam tenaga ahli, 48 pendamping kampung di 14 kecamatan, 130 pendamping lokal kampung yang tersebar di 295 kampung definitif.[](rel)