SIGLI – Satu rumah bantuan untuk bilal bersumber dari anggaran daerah tahun 2020 hasil usulan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie dibangun di Kompleks Masjid Raya Labui, Desa Labui, Kecamatan Pidie. Rumah dengan pagu senilai Rp80 juta itu tidak dicat dan lantainya tanpa keramik. Rumah yang ukurannya diperkirakan 5 x 7 meter itu juga belum dihuni.
Informasi diperoleh portalsatu.com/ dari pengurus Masjid Raya Labui, rumah itu dibangun pihak ketiga. Menurut keterangan pemborong kepada pengurus masjid, rumah tersebut sudah siap sesuai gambar/perencanaan.
Salah seorang pengurus Masjid Muhammad Abbas, Jumat, 12 Februari 2021, mengatakan rumah bantuan itu hasil usulan Pokir dewan. Hingga saat ini rumah itu belum dicat, dan lantainya tanpa keramik.
Jika dibandingkan dengan rumah bantuan untuk kaum duafa dari Provinsi Aceh anggarannya sama, tetapi lantainya ada keramik, plafon lengkap dan juga dicat.
“Informasi kami terima bahwa bangunan itu sudah siap dan memang seperti itu,” ujar Muhammad.
Dia mengaku awalnya pernah pihaknya memohon pembangunan rumah itu dikelola langsung panitia masjid. Namun, menurut keterangan anggota dewan yang mengusulkan Pokir untuk rumah bilai, pembangunan harus ditangani rekanan. “Pernah kami mohon untuk mengelola langsung proyek itu, namun tidak direalisasi,” ucapnya.
Data diperoleh portalsatu.com/, anggaran pembangunan rumah bilal hasil usulan Pokir dewan ditempatkan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pidie dengan nilai Rp80 juta.
Kabid Perumahan dan Penataan Bangunan Dinas Perkim Pidie, Yusbindar dikonfirmasi, Jumat, 12 Februari 2021, mengaku tidak tahu pasti kondisi bangunan itu dengan alasan dirinya baru dua minggu menduduki jabatan tersebut. Sedangkan proyek itu anggaran tahun 2020.
Namun, dia menyebut sudah berkoordinasi dengan Kasinya. Dari keterangan Kasinya, kondisi siapnya rumah senilai Rp80 juta memang tidak dicat, tak dibuat loteng dalam kamar serta lantai tanpa keramik.
“Rumah tipe 36, loteng tidak sempurna, tidak ada keramik dan cat. Itu keterangan dalam pertemuan dengan Kasi. Tapi secara mendetail kita belum tahu karena kita masih baru pada posisi ini,” ujarnya.[](Zamah Sari)





