LHOKSUKON Cekcok dalam rumah tangga antara pasangan suami istri yang baru menikah tiga bulan di Aceh Utara berujung maut. Sang suami, Abdul Rani, 75 tahun, tewas di tangan istrinya berinisial NHS, 65 tahun, di rumah milik korban, Gampong Paya, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Sabtu, pagi tadi.
Tersangka NHS, warga Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, mengatakan kejadian itu berawal dari suaminya yang dinilai cemburu buta terhadap tukang RBT (ojek), yang ia tumpangi untuk pulang ke rumah korban.
Saya bela diri, dia yang pukul saya duluan hingga kepala saya berdarah, ujar NHS ditemui portalsatu.com, di ruangan penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara, Sabtu, 1 April 2017, menjelang siang tadi.
NHS menceritakan, ia menikah dengan Abdul Rani tanpa sepengetahuan anak-anaknya. Sebelum pernikahan, ada perjanjian disepakati keduanya, yaitu NHS hanya akan pulang ke rumah suaminya itu pada hari Sabtu dan Minggu. Selebihnya, ia akan berada di Lhokseumawe, bersama anak-anaknya dari suami NHS terdahulu.
Jumat sore, NHS pulang ke rumah suaminya dengan menumpang RBT. Waktu itu mereka tidak janjian, mau bertemu di Geudong, Kecamatan Samudera atau di Simpang Ceubrek, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. NHS pun langsung menuju Simpang Ceubrek dengan RBT yang disewanya. Namun, ternyata suaminya menunggu di Geudong.
Saat saya balik ke Geudong, Abu (NHS memanggil suamianya itu: Abu), sudah tidak ada. Mungkin karena agak lama, dia kembali ke rumah. Saya pun langsung menuju ke rumah dengan RBT itu, ucap NHS.
Setiba di rumah, kata NHS, Abu bertanya, Hoe kajak treb that ngen aneuk lajang. Pue kajak u uteun nye? (kemana kamu pergi lama sekali dengan anak lajang. Apa kamu ke hutan ya? ).
Kecemburuan itu ternyata berlanjut hingga malam hari. Jumat malam, NHS pergi ke kedai untuk membeli air mineral. Setiba di pasar, ia melihat ada bakso bakar. Ia pun singgah untuk membelinya. Di lokasi bakso bakar, ada laki-laki yang bilang: mangat nyan wak (enak itu wak). Saja jawab, ya, mangat (ya, enak). Abu lihat waktu itu. Abu cemburu lagi, dikira saya keluar untuk bertemu laki-laki lain. Cemburunya memang keterlaluan sekali, ujar NHS.
Sepulang ke rumah, kata NHS, suaminya mengajak bercinta, tetapi ia menolak. Saya dicekik dan dipaksanya, tapi saya tetap tidak mau. Saya tolak dia, saya tidak mau kasih , ucapnya lagi.
Sabtu pagi tadi, kata NHS, ia berkemas hendak pulang ke rumahnya di Lhokseumawe karena merasa kesal dengan kecemburuan suaminya. Sebelum pulang, NHS sempat berucap meminta cerai, tetapi suaminya menolak. Tidak akan kucerai kau, sampai kiamat kau tetap istri aku, kata NHS mengutip pernyataan suaminya.
NHS melanjutkan, Abu kembali bertanya, Masih mau sama aku apa tidak?
Saya bilang tengok dulu lah, masih panas hati aku, jawab NHS.
Tiba-tiba, kata NHS, Abu berdiri mengambil sepotong besi, lalu mengayunkan ke kepala NHS hingga terluka dan mengucurkan darah. Bek neupoh lon Abu, manteng kutem ngen droeneuh (jangan pukul saya Abu, masih mau saya dengan kamu), ucap NHS.
Menurut NHS, pertengkaran itu terus berlanjut. NHS mengaku saat itu menunjukkan kepalanya yang bercucuran darah, tetapi suaminya tidak peduli. Kata dia, suaminya kembali menganyunkan besi itu ke arahnya. Besi itu saya tangkap, lalu kami sempat bergumul (berkelahi), hingga akhirnya Abu terjatuh. Dia tidak bisa berdiri lama, kakinya lemas. Waktu itu saya tidak bisa lari, karena untuk menuju pintu banyak diganjal dengan kursi. Takutnya kalau saya lari dipukul lagi dari belakang. Kejadian itu selepas Subuh, ujar NHS.
NHS mengaku memiliki lima anak dari suaminya terdahulu. Dua anaknya meninggal karena tsunami. Ia mengaku selama ini berjualan kue di Buket Rata, Lhokseumawe. Abu sering duduk di kedai saya. Kami menikah secara rahasia pada Januari 2017. Abu itu cemburu buta orangnya. Waktu ribut Subuh tadi, dia meminta kembali semua yang pernah diberikan, katanya.
NHS kembali melanjutkan tentang kejadian usai Subuh tadi, Setelah saya pukul balas, saya minta tolong warga untuk panggil ambulans dan polisi. Saya hentikan dua mobil yang melintas untuk bawa Abu ke Puskesmas, tapi tidak ada yang mau berhenti.
Saya menyesal atas kejadian ini. Lagi enak-enak jualan sudah begini. Saya punya utang di koperasi, kalau sudah begini, anak cucu saya siapa kasih makan, pungkas NHS.
Diberitakan sebelumnya, NHS, 65 tahun, asal Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumnawe, digiring ke Polres Aceh Utara, Sabtu, 1 April 2017. Ia diduga telah menganiaya suaminya hingga tewas bersimbah darah di rumah mereka, Gampong Paya, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. (Baca: Tiga Bulan Setelah Menikah, Istri Aniaya Suami Hingga Tewas)[]






