BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh tetap menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 yang akan berlangsung di Papua tahun 2020 ini. Jumlah atlet dan pelatih peserta Pelatda PON XX sebanyak 131 atlet, 43 pelatih Aceh dan 8 pelatih nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf akrab disapa Mualem saat konferensi pers di Ruang Rapat Sekretariat KONI Aceh, di sela-sela Pembukaan Pelatda PON ke-20, Rabu, 15 April 2020.

Mualem menjelaskan, berdasarkan hasil pelaksanaan babak kualifikasi PON XX tahun 2020 (Pra PON XX dan Porwil X) tahun 2019, KONI Aceh berhasil meloloskan atlet sebanyak  131 orang dari 25 cabang olahraga (cabor).

KONI Aceh menetapkan dua katagori pelaksanaan Pelatda. Katagori pertama adalah cabor yang lolos dengan perolehan medali dengan masa Pelatda 8 bulan terdiri dari 2 bulan Pelatda desentralisasi sejak 17 Februari sampai 18 April 2020; 6 bulan Pelatda sentralisasi mulai 19 April sampai 18 oktober 2020.

Pelatda katagori pertama diikuti 15 cabor yaitu, anggar 8 atlet, angkat besi atau binaraga 3 atlet, bilyar 1 atlet, kempo 2 atlet, menembak 5 atlet, muaythai 8 atlet, panahan 8 atlet, panjat tebing 3 atlet, pencak silat 3 atlet, renang 2 atlet, sepak bola 20 atlet, taekwondo 2 atlet, tarung derajat 12 atlet, wushu 1 atlet. 

Sedangkan Pelatda katagori kedua cabor yang lolos tanpa medali dengan masa pelatda 5 bulan terdiri dari 1 bulan Pelatda desentralisasi dimulai pada 20 Mei sampai 19 Juni 2020, dan 4 bulan Pelatda sentralisasi mulai 20 Juni sampai 18 Oktober 2020. Pelatda katagori kedua diikuti 10 cabor yakni cabor bermotor 4 atlet, dayung 8 atlet, layar 1 atlet, rugby 24 atlet, selam 1 atlet, senam 1 atlet, sepak takraw 2 atlet, sepatu roda 2 atlet, terjun payung 1 atlet, dan judo 1 atlet.

“Apabila kondisi pandemi Covid-19 ini sudah dinyatakan aman, maka KONI Aceh juga akan mendatangkan pelatih dari luar negeri untuk menangani atlet cabang panahan dan muaythai,” ujar Mualem didampingi para pengurus KONI Aceh lainnya.

Mualem menjelaskan, Pelatda desentralisasi KONI Aceh memberikan fasilitas kepada atlet dan pelatih yaitu uang saku, exstra fooding, dan vitamin. Sedangkan pada pelaksanaan Pelatda sentralisasi  ditambah biaya uang cuci, konsumsi dan akomodasi. “KONI Aceh juga telah mendaftarkan seluruh atlet dan pelatih pada BPJS Ketegarakerjaan,” tuturnya.

Menurut Mualem, untuk pelaksanaan Pelatda sentralisasi selama sebulan mulai 19 April sampai 19 Mei 2020 diserahkan kepada masing-masing Pengprov yang dalam pelaksanaanya harus memerhatikan pembatasan secara ketat sesuai protokol cegah Covid-19. 

“Khusus cabang olahraga yang atletnya lebih dari 5 orang pelaksanaanya dapat dilakukan di dua tempat terpisah. Khusus pada cabang olahraga sepak bola pola pelaksanaan Pelatdanya akan dikoordinasikan kembali dengan Asprov PSSI Aceh agar dalam pelaksanaanya tidak melanggar protokol cegah Covid-19,” ujar Mualem.

Mualem juga menyampaikan, KONI Aceh akan membatalkan seluruh kegiatan uji tanding dan berlatih di luar negeri karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum dapat diperkirakan akan berakhir di negara-negara tujuan tersebut.

“Seluruh atlet, pelatih pelatih nasional dan pelatih asing yang mengikuti Pelatda sentralisasi akan diupaya dilakukan rapid test  dan test laboratorium terkait Covid-19 yang nantinya akan bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala dan lembaga-lembaga lain berkompeten yang pelaksanaannya akan dikoordinir oleh tim medis KONI Aceh,” kata Mualem.

Mualem menambahkan, bagi atlet dan pelatih yang telah meraih medali pada Pra PON XX dan Porwil-X tahun 2019 di Bengkulu, KONI Aceh akan mengupayakan pembayaran bonus kepada atlet tersebut dalam waktu segera.[](Khairul)