25.6 C
Banda Aceh
Jumat, Januari 28, 2022

Array

Ini Penjelasan PUPR Lhokseumawe Soal Proyek Pengaman Pantai Cunda–Meuraksa 

LHOKSEUMAWE – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe akhirnya menyampaikan penjelasan tentang pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa. Proyek itu dibangun dengan dana Otonomi Khusus mencapai puluhan miliar secara bertahap sejak 2013 hingga 2020, tapi belum tuntas. Pembangunan tanggul akan dilanjutkan dengan paket tahun anggaran 2021.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lhokseumawe, Mulkan, mengatakan paket tahun anggaran (TA) 2020 panjang tanggul dibangun 123 meter. Namun, dia mengaku tidak ingat pada tahun 2020 itu dibangun dimulai bulan berapa dan selesai bulan berapa. Alasannya, terjadi pergantian pejabat pembuat komitmen (PPK) pada 30 September atau 1 Oktober 2020.

“Yang saya tahu kontraknya sekitar Agustus dan berakhir pada 17 Desember 2020. Untuk anggarannya (tahun 2020) itu Rp4,8 miliar,” kata Mulkan akrab disapa Bobby, kepada portalsatu.com, Sabtu, 9 Januari 2021, sore.

(Foto: portalsatu)

Sedangkan pembangunan tanggul TA 2019, kata Bobby, terealisasi sekitar 177,4 meter. “Tapi saya tidak ingat dikerjakan bulan berapa, karena saat itu bukan di bawah saya,” ujarnya.

“Mungkin ada kesalahan judul paket tahun anggaran 2019, ada tertulis judulnya tuntas, itu berarti sudah selesai. Maka nanti saya akan telusuri juga di mana muncul judul tuntas, mungkin penafsiran masyarakat kenapa pada 2019 sudah tuntas (selesai pembangunan), kenapa 2020 ada lanjutan,” tutur Bobby.

Bobby menambahkan, pada Senin, 11 Januari 2021, pihaknya akan mengecek lagi kenapa ada paket judul tuntas. “Ini rancu jadinya. Jangankan masyarakat, kita sendiri melihat kenapa ada judul (paket) tuntas,” katanya.

Dia mengakui proyek itu telah dilaksanakan sejak 2013 dengan paket di bawah Dinas Pengairan Aceh menggunakan dana Otsus.

“Untuk paket yang di Dinas PUPR Lhokseumawe, seingat saya tahun anggaran 2019 sekitar Rp6 miliar lebih dan tahun 2020 Rp4,8 miliar. Untuk (tahun anggaran 2014, 2015, 2016, 2019, dan 2020), itu lokasinya di bawah Kota (Lhokseumawe) atau anggaran Otsus dikelola oleh kabupaten/kota,” ungkap Bobby.

Bobby juga membenarkan pagu proyek TA 2015 dan 2016 berdasarkan data di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), jumlahnya masing-masing senilai Rp12 miliar lebih dan rekanan pemenang tender juga sama. 

Menurut Bobby, proyek tanggul itu juga akan dikerjakan dengan TA 2021, sudah dialokasikan dana Otsus kabupaten/kota sekitar Rp5 miliar.

“Saya pejabat baru. Ini saya lagi cek perencanaan juga kenapa ada pembayaran perencanaan tiap tahun. Setahu saya perencanaan tersebut sudah selesai, pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa itu satu kesatuan perencanaannya. Jadi, kita melihat kenapa terbayar lagi dan biaya perencanaan berulang-ulang. Maka coba kita perbaiki lagi ke depan,” ujar Bobby.

Terkait dana proyek itu berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) diteken Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe 22 Desember 2020, lanjut Bobby, itu adalah sisa pembayaran Rp3,4 miliar. 

Ditanya soal Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) TA 2019 mengundurkan diri atau menolak menjabat lagi untuk paket TA 2020, Bobby mengatakan, itu under pressure (di bawah tekanan). “Banyak persoalan, dan anggota atau sfaf saya disuruh mundur,” ungkap Bobby.

“Yang jelas dalam hal ini untuk pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa tahun 2020 ada dikerjakan. Apabila ada masyarakat yang menyatakan ada pembangunan fiktif, itu silakan. Kita kan punya auditor, ada namanya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan mereka bisa mengaudit serta melihat apa betul itu fiktif?” pungkas Bobby.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah mengalokasikan dana Otonomi Khusus puluhan miliar secara bertahap sejak 2013 hingga 2020 untuk pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa, Lhokseumawe. Akan tetapi, proyek itu belum tuntas, walaupun paket tahun anggaran 2019 berjudul “Pembangunan Pengaman Pantai Cunda Meuraksa Tahap II (Tuntas)”.

Selain itu, hasil penelusuran Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), pekerjaan tahun anggaran (TA) 2020 diduga “tidak terealisasi”. Namun, berdasarkan dokumen diperoleh MaTA, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lhokseumawe mengeluarkan Surat Perintah Membayar (SPM) tertanggal 22 Desember 2020 untuk pekerjaan lanjutan pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa kepada rekanan pemenang tender proyek tersebut. 

Sementara pihak rekanan mengklaim sudah melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai kontrak, dan telah menerima pencairan anggaran. (BacaIni Data dan Fakta Proyek Pengaman Pantai Cunda-Meuraksa Bernilai Puluhan Miliar)[](nsy)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

28 Nelayan Aceh Timur yang Ditahan di Thailand Tiba di Jakarta

JAKARTA - Sebanyak 28 nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Thailand sejak April...

Kunjungi Pasien Tumor Tyroid di RSUD, TP PKK Subulussalam Berikan Bantuan

SUBULUSSALAM - Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap, S.E mengunjungi pasien tumor...

PT Kencana Produksi 6 Ribu Ton Getah Pinus, Segini Penghasilan Penderes

BLANGKEJEREN - PT Kencana Hijau Bina Lestari yang beroprasi di Desa Pinang Rugub, Kecamatan...

Besok, FISIP Unimal Gelar FGD Pj Kepala Daerah, Ini Tujuannya

LHOKSEUMAWE – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (FISIP Unimal) akan menggelar...

Ini Kata Amien Rais dan Wali Nanggroe Soal Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

BANDA ACEH – Tokoh politik nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Reformasi Indonesia, Amien...

Begini Pandangan Islam Terkait Korupsi

Tindak pidana korupsi tentunya melanggar hukum negara dan agama. Di dalam ajaran Islam, perbuatan...

KONI Pusat Gelar Rakor dengan Aceh-Sumut Kejar Persiapan PON 2024

JAKARTA – KONI Pusat menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Sumut,...

Wali Kota Lhokseumawe ‘Rombak Kabinet’, Ini Nama-Nama Pejabat Dilantik

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kembali 'merombak kabinetnya'. Kali ini, sebanyak 13...

Pegawai Kejari Gayo Lues Disuntik Vaksin Moderna

BLANGKEJEREN -- Pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues mulai disuntik vaksin moderna sesuai surat...

Praktisi Hukum Asal Dewantara Minta Polres Lhokseumawe RJ-kan Perkara Pencurian di PIM

LHOKSEUMAWE - Muhammad Reza Maulana, S.H., praktisi hukum asal Dewantara, Aceh Utara, meminta pihak...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Hafiz Gayo Lues Masih Terima Gaji, Segini Besarannya/Bulan

BLANGKEJEREN – Mantan Kepala Dinas Syariat Islam Gayo Lues berinisial HS yang menjadi terdakwa...

Sembilan Realitas Kematian yang Sering Dilalaikan Manusia, Apa Saja?

Setiap manusia pasti akan mengalami kematian. Maka sebagai Muslim perlu untuk mengetahui tentang kematian...

PNL Raih Peringkat Pertama Realisasi PNBP Terbesar

BANDA ACEH -- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berhasil meraih peringkat pertama realisasi Pendapatan Negara...

Begini Kondisi Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Rp1,4 M, tak Tampak Plang

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...

Polres Gayo Lues Musnahkan 59,75 Kg Ganja Milik Pelajar

BLANGKEJEREN – Sebanyak 59,755 Kg ganja kering dimusnaskan di halaman Polres Gayo Lues, Selasa,...

PIM Gelar Coastal Cleaning Up di Pantai Bangka Jaya dan Danau Laut Tawar

LHOKSEUMAWE - Karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar kegiatan coastal clean up atau...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Minum Hafiz Dituntut 7,5 Tahun Penjara

BLANGKEJEREN -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues menuntut masing-masing 7,5...

Pertumbuhan Keuntungan BUMA Belum Capai Target, Berapa Pendapatan Asli Aceh Hasil Blok B 2021?

BANDA ACEH – Pertumbuhan keuntungan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) sampai tahun 2020 belum...

Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Tahun 2021 Dikerjakan Hingga 2022, Dananya Diblokir

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...

36 Kendaraan Barang Bukti di Kantor Kejaksaan Gayo Lues Dibersihkan, Ini Tujuannya

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Gayo Lues mulai membersihkan kendaraan yang menjadi barang bukti kasus...