Karya: Taufik Sentana*
Setapak pagi telah menyisihkan malam,
malampun terlewatkan
terhimpun dalam bayang dan kenang.
Malam adalah jeda kita yang sunyi
untuk menepi, istirah dan menghias hati.
dan tidur adalah ketaatan alami, kesenangan dan kebaikan.
Cerita pagi kemudian akan menuntun
cerita kita semalam: Bagaimana kita melawan kantuk dan mengetuk ngetuk rahasia. Sembari membaca lagi hal hal apa yang terlewatkan.
Pagi yang Sederhana
Seperti pagi yang kita rindu
selepas dahaga malam
yang penat.
Pagi singgah
dalam wajah kekasih
warna pelangi
dedaun basah yang bergetar
di bawah sinaran mentari.[]
*Penyuka prosa.



