Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsIni Perbedaan Bank...

Ini Perbedaan Bank Konvensional dan Syariah

BANDA ACEH – Direktur Bank Syariah Aceh, Haizir Sulaiman mengatakan terdapat beberapa perbedaan antara Bank Konvensional dengan Bank Syariah.

“Dari sisi fungsi misalnya, bank konvensional tujuannya untuk bisnis sementara syariah konsepnya terbagi dua, yaitu bisnis dan sosial. Artinya bisnis ini hanya hubungan manusia dengan manusia sedangkan sosial hubungan dengan Allah dan Manusia (Maqashid Syariah),” kata Haizir Sulaiman saat menjadi pemateri pada hari kedua Workhsop Kesiapan Bank Aceh Menuju Konversi  Ke Syariah yang diadakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWSPI) di Hotel 88, Lamdingin Banda Aceh, Rabu, 20 Januari 2016.

Haizir mengatakan, dari sisi hukum, konvensional memiliki hukum positif (hukum negara) sementara sistem syariah menganut hukum positif dan hukum Islam. Kalau dari sisi proses, konvensional prosesnya sesuai dengan prinsip bisnis semata atau ekonomi kapitalis.

“Konvensional dalam perjanjian antara Bank dengan nasabah dilakukan dalam satu akad, yaitu pinjam meminjam dengan tambahan bunga. Tetapi kalau yang syariah proses sesuai dengan syariah compliant atau ekonomi syairah. Perjanjian antara Bank dengan nasabah dilakukan dalam beberapa bentuk akad, sesuai dengan jenis transaksinya,” kata Haizir.

Adapun akad perbankan syariah atau akad transaksi tersebut melalui akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad tabarru' bertujuan untuk kebaikan, non profit oriented dan memberi atau meminjamkan dengan jenis transaksi qard, rahn, hawalah, wakalah, wadi’ah, kafalah, hibah, dan wakaf.

“Sementara akad tijarah berprinsip untuk bisnis dan profit oriented dengan NCC (teori pertukaran) dengan jenis transaksi ba’i, ijarah, sharf dan barter dengan hasil margin keuntungan serta NUC (teori percampuran) dengan jenis transaksi musyarakah, muzara’ah, musaqah dan mukhabarah dengan output bagi hasil,” katanya.

Bank Syariah merupakan sebuah usaha yang berbadan hukum menjalankan fungsinya sebagai perbankan yang menghimpun dana dan menyalurkan ke masyarakat serta intermediasi dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah.[](tyb)

Baca juga: