BANDA ACEH Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah, Barmawi, M.Si., mengatakan, menyambut bulan Ramadhan (Ramadan) diperlukan persiapan supaya pelaksanaanya lebih baik. Persiapan dimaksud mulai mental spritual hingga persiapan finansial, jasmani, dan lainnya.
Alumnus Psikologi Universitas Gajah Mada itu menyebutkan, salah satu terpenting adalah persiapan mental dalam pengertian membersihkan diri dari sifat-sifat tercela, seperti sifat permusuhan sesama teman, dengan guru dan dosen, orang tua dan keluarga.
(Membersihkan diri dari) sifat sombong, angkuh, taajjub, takabur dan lain. Dari sana akan tumbuh kecerdasan emosional, ujar Barmawi dalam kuliah umum mengusung tema Kesiapan Mental Mahasiswa Mengahadapi Ramadhan 1438H, di Ruang Kuliah Umum (RKU) Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah (USM), 18 Mei 2017.
Barmawi yang juga dosen UIN Ar Raniry mengatakan, kecerdasan emosinal harus dilatih. Momentum mengahdapi Ramadan merupakan kesempatan istimewa bagi ummat Islam.
Karena kita tahu bahwa ibadah puasa adalah ibadah sirryah (rahasia) yang hanya tahu antara si pelaku puasa dengan Tuhan-Nya. Karenanya latihlah emosi yang seimbang di mana 50 persen emosi dikontrol oleh hati, 35 persen dikontrol oleh akal, dan 15 persen dikontrol oleh nafsu perlu terus dilatih, kata Barmawi yang pernah belajar di Arkansas University Amerika Program Ford Foundation.
Kuliah umum itu digelar Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP USM. Ketua Prodi Pendidikan Ekonomi, Dr. Muslem Daud, M.Ed., mengatakan, kegiatan kuliah umum ini sudah menjadi agenda rutin di Prodi Pendidikan Ekonomi. Ini dilakukan supaya mahasiswa mendapat ilmu, pengetahuan dan wawasan yang bersumber dari luar kampus.
Di samping itu, kuliah umum kali ini merupakan kesempatan penyegaran kembali terhadap nila-nilai psikologi keagamaan dalam kerangka pembentukan karakter mahasiswa yang baik untuk menghadapi dan menjalankan ibadah puasa lebih baik dari tahun tahun sebelumnya.
Dekan I FKIP Bidang Akademik, Drs. Muhammad Ridhwan, M.Pd., mengatakan, kegiatan ini berefek ganda yang bukan saja memperluas wawasan sivitas akademika, tetapi juga mendongkrak nilai akreditasi Prodi yang sekarang sudah bernilai B. Ke depan diharapkan akan ada lebih banyak lagi kegiatan bermanfaat ganda, seperti penelitian dosen melibatkan mahasiswa, kegiatan kerja sama perkoperasian, dan lainnya.[](rel)



