LHOKSEUMAWE – Anggota Dewan Pers periode 2016-2019, Nezar Patria, M.Sc., meminta kepolisian bergerak lebih cepat lagi dalam pengungkapan kasus kebakaran rumah Asnawi, jurnalis Serambi Indonesia di Aceh Tenggara (Agara), yang terjadi pada Selasa, 30 Juli 2019 lalu.

“Terutama untuk mencari kaitan apakah ada unsur kesengajaan dalam aksi yang diduga dilakukan orang tidak dikenal itu,” kata Nezar Patria kepada para wartawan usai mengisi kuliah umum dan diskusi di Gedung Pascasarjana IAIN Lhokseumawe, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Menurut Nezar, pengungkapan itu juga harus menjawab apakah ada kaitan pemberitaan dengan kasus kebakaran rumah Asnawi.

Lalu, kata Nezar, perlu dibentuk tim investigasi yang lebih luas. “Kalau perlu diadukan kepada Dewan Pers, serta melibatkan Satuan Tugas Antikekerasan terhadap wartawan yang sudah dibentuk oleh Dewan Pers,” ujar Pemimpin Redaksi The Jakarta Post itu. 

“Dengan demikian saya kira proses penyelidikan dan pengungkapan terhadap kasus tersebut, bisa dilakukan dengan kekuatan yang cukup, dan tentunya juga melibatkan tim dari Mabes Polri,” kata Nezar.

Nezar mengatakan, jika benar rumah Asnawi sengaja dibakar orang yang belum teridentifikasi, maka pelakunya merupakan manusia berhati keji. “Bersyukur sekali dalam kejadian itu penghuni rumah bisa selamat. Seandainya ada korban jiwa tentu hal ini tidak bisa ditolerir kejadian seperti itu,” ucapnya.

“Jadi, di Aceh yang sebelumnya termasuk tinggi aspek kebebasan persnya menurut Indeks Kebebasan Pers yang dibuat Dewan Pers, maka kali ini tercemar dengan adanya peristiwa terbakarnya rumah wartawan di Aceh Tenggara,” ujar Nezar.

Nezar menambahkan, “Kita berharap ada suatu tindakan yang tegas terutama dari aparat kepolisian dalam pengungkapan kasus itu. Untuk membeberkan kepada publik, apa sesungguhnya yang terjadi, dan apa latar belakang dari peristiwa yang menimpa saudara Asnawi ini”.

Selain itu, Nezar berharap semua organisasi profesi wartawan di Aceh bisa kompak. “Karena ini yang diserang adalah rekan seprofesi kita, maka seluruh wartawan harus bersatu. Karena kejadian ini jika dibiarkan akan menimpa para pekerja pers yang lain, khususnya yang ada di Aceh maupun Indonesia pada umumnya,” tegas Nezar.

Nezar berharap kepolisian sigap dan cepat menuntaskan kasus tersebut. “Karena yang kita tahu bahwa teknologi dimiliki Polri itu bahkan mampu mengungkap aksi-aksi teror. Termasuk bisa menyelidiki asal usul bom yang meledak. Jadi, kalau hanya pembakaran rumah saya kira mungkin tingkat kesulitannya tidak begitu berat dari aksi teror lainnya,” kata dia.

“Maka saya selaku anggota Dewan Pers berharap agar polisi bisa mengambil tindakan yang lebih cepat supaya tidak menjadi pertanyaan publik. Sehingga tidak muncul dugaan atau teori-teori yang pada akhirnya berefek persepsi negatif terhadap sejumlah pihak,” tegas Nezar Patria.[]