LHOKSEUMAWE – Masa jabatan Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad, kini mencapai dua tahun. Elemen sipil menyoroti kepemimpinan Suaidi-Yusuf lantaran dinilai masih banyak persoalan di kota ini dan belum tampak terobosan signifikan untuk perubahan ke arah lebih baik.
Baca: Dua Tahun Suaidi-Yusuf, Ini Sejumlah Persoalan di Lhokseumawe Versi HMI
'Dua Tahun Suaidi dan Cek Mad, Banyak Program tak Menyentuh Akar Persoalan'
Dua Tahun Cek Mad dan Suaidi, Sosiolog: Landai Saja, yang Tampak hanya Ritual
Merespons sorotan tersebut, Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembenahan secara pelan-pelan, mengingat beberapa tahun lalu Pemkot ini sempat mengalami defisit anggaran. Program dan kegiatan dalam dua tahun ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dengan tetap memprioritaskan kebutuhan yang mendesak.
“Begitu pula berkenaan dengan data-data kemiskinan di Lhokseumawe sudah diperoleh semuanya, memang angka kemiskinan masih agak tinggi sekitar 11 persen. Tetapi jika dibandingkan secara menyeluruh di Aceh, kita lebih kecil tingkat kemiskinan,” kata Yusuf Muhammad dihubungi portalsatu.com/, Jumat, 12 Juli 2019, malam.
Menurut Yusuf, pihaknya juga terus membangun komunikasi dengan perusahaan bidang migas yang beroperasi di Lhokseumawe dan sekitarnya. “Seperti dengan PT PHE NSB, PT PAG, bagaimana caranya ke depan dapat tertampung tenaga kerja lokal atau putra daerah. Ini juga salah satu upaya Pemkot Lhokseumawe yang sedang dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran maupun kemiskinan,” ujarnya.
Untuk memacu pertumbuhan ekonomi, kata Yusuf, sedang diupayakan mengundang investor agar berinvestasi di kota ini. “Sejauh ini tidak ada kendala dalam hal menarik investor untuk berinvestasi di Lhokseumawe. Namun, setiap ada pihak investor itu mereka tetap menanyakan bagaimana kondisi keamanan. Kita pun selalu menyampaikan kepada mereka bahwa Aceh aman dan kondusif untuk berinvestasi di daerah ini,” ucap Yusuf.
Beberapa waktu lalu, lanjut Yusuf, datang tim dari Korea dan pihaknya membicarakan bagaimana ke depan harus ada industri besi di Lhokseumawe. “Karena itu merupakan pasar yang sangat potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.
Yusuf turut menanggapi sorotan elemen sipil yang menyebut sejumlah bangunan terbengkalai lantaran tidak difungsikan usai dibangun. Menurut Yusuf, Pasar Induk yang dibangun di Jalan Lingkar kawasan Jembatan Loskala bukan terbengkalai, tapi belum diresmikan.
“Tetapi perlu dilihat dari segi pihak pengembangnya untuk benar-benar serius dan komitmen. Direncanakan pasar itu akan dilakulan peresmian dalam tahun ini,” kata Yusuf.
Yusuf menambahkan, “Proyek Pasar Buah Kota Lhokseumawe dalam tahun ini akan diselesaikan. Anggaran pembangunan pasar itu bersumber dari APBA kurang lebih Rp5 miliar. Bahkan pihak Disperindagkop sudah mencari siapa saja yang akan berminat untuk pengembangan pasar atau melakukan aktivitas di pasar tersebut”.
Menurut Yusuf, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat bila sektor ekonomi sudah bergerak. Pihaknya, kata dia, juga sudah membahas dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe supaya Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Pusong bisa menghasilkan retribusi untuk meningkatkan PAD.
“Kami juga sudah menyampaikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh ketika mereka meninjau lokasi tersebut beberapa waktu lalu, mereka akan segera melakukan rancangan PPI itu. Karena apabila tidak segera diperbaki dalam tahun ini, maka kerusakan akan lebih parah terjadi sehingga bisa menghabiskan anggaran lebih besar lagi,” tutur Yusuf.
Untuk diketahui, 12 Juli 2019, genap dua tahun masa jabatan Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad. Begitu pula Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib-Fauzi Yusuf (Cek Mad-Sidom Peng).
Suaidi-Yusuf dilantik oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, di Gedung DPRK Lhokseumawe, 12 Juli 2017 pagi. Sedangkan Cek Mad-Sidom Peng di Gedung DPRK Aceh Utara pada sore hari yang sama. Bagi Suaidi dan Cek Mad, ini merupakan periode kedua yang masa kepemimpinannya tersisa tiga tahun lagi setelah menjadi wali kota dan bupati pada 2012-2017.[]






