Kisah itu diturunkan sebagai penyubur pikiran
juga sebagai pelajaran
atau i'tibar kehidupan.

Dalam Kitab Mulia Alquran
kisah Yusuf disebutNya 
sebagai kisah terbaik yang pernah dikisahkan.

Seakan ia (kisah itu) selembar dunia
dimana kita di dalamnya
meraba, mencerna dan menilai gejala:
Cinta dan nafsu buta
Rasa khusuk (sabar)  dan penghianatan
Kekuasaan, 
Perseteruan-kriminalitas
dan apa yang manusia lupakan.

Ya, yang dilupakan manusia adalah
pengawasan Rabbnya. Sebagaimana saudara Yusuf menyangka bahwa Allah tak akan menampakkan kisah itu kemudiaan hari. sementara Yusuf telah masuk ke dalam sumur.

 Mereka menyangka kisah itu akan selesai, mereka menyangka akan bisa berbuat lebih baik: Sedang mereka terus dihantui rasa bersalah ditambah pula rasa sabar sang Ayah yang indah: Sebab sang Ayah tahu apa yang terjadi pada Yusuf yang dicinta. Pada Tuhannya ia berkeluh dan berharap, membenam sedih hingga buta matanya.

Hingga Yusuf pun bertahta, dalam lingkungan yang sebelumnya penyembah berhala dan bercampur dengan cinta Zulaikha, kini memurnikan sembahan pada Rabb yang Ahad.

Sedari awal ia telah dibimbing oleh Rabbnya
sejak ia menjadi anak istana yang bersahaja.
Yang padanya mimpi Raja ia takwilkan
sedang ia sebelumnya memilih penjara daripada keindahan wanita wanita istana.

Selembar dunia memang terbentang
dalam kisah Yusuf yang panjang:
Bahwa kezaliman tidak bisa disembunyikan
dan kemenangan hanya bagi yang menempuh      jalan perjuangan. Bahwa kesabaran akan dibalas setimpal: Hingga Allah memutuskan TakdirNya. 

Taufik Sentana.
Staf Ikatan Dai Indonesia.
Sangat Interes pada Kajian Tadabbur Quran secara Tematik.Pernah nyantri di Pesantren Darul Arafah dan mengabdi di  Misbahul Ulum Paloh. Sedang menyusun kajian “Rahasia Sapi Betina dan Abstraksi Takwa”  dalam surah Albaqarah.