BANDA ACEH – Alumni Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) yang berasal dari Malaysia, Dato’ Haji Abu Backer Sidek mengagumi sosok Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal.

Kekaguman Dato’ Haji Abu Backer Sidek berawal saat berada dalam satu kegiatan bersama Illiza, yakni Seminar Internasional Telaah Kritis Qanun Jinayat Aceh, di Aula Mahkamah Syariah Aceh, Minggu, 27 Maret 2016.?

“Ketika sedang berada di majelis, tiba-tiba beliau meminta izin untuk memantau satu program di salah satu gedung di Banda Aceh. Kata beliau ingin memastikan apakah program tersebut sesuai dengan syariat Islam,” ujar Dato’ yang berprofesi sebagai advokat ini, disela-sela acara jamuan makan malam di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Pernyataan Dato' itu dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com/ dari Humas Setdako Banda Aceh.

Setelah ditelusuri, menurut pihak humas, maksud dari Dato’ Haji Abu Becker Sidek adalah ketika Illiza datang ke Amel Convention Hall untuk memastikan apakah acara pencarian bakat Sunsilk Hijab Hunt 2016 tidak melanggar syariat Islam.

Illiza menyempatkan diri hadir dan memantau langsung apakah kegiatan tersebut sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati panitia dengan Pemko Banda Aceh. “Karena Illiza tidak ingin kegiatan pencarian bakat seperti ini menodai nilai-nilai Islam, seperti acara yang beberepa waktu lalu terpaksa dibubarkan oleh Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh,” tulis pihak Humas Setdako Banda Aceh.

Alasan inilah kemudian mengundang kekaguman Dato’ Haji Abu becker Sidek kepada Illiza. Menurutnya, sosok Illiza bukan hanya sebatas wali kota saja, tapi “pejuang Allah dalam rangka menegakkan syariat Islam di Banda Aceh secara khusus dan Aceh pada umumnya”.

“Ini luar biasa, saya belum pernah jumpa wali kota yang seperti ini. Saya berharap Allah selalu memberi kesehatan kepada Illiza dan saya siap membantu beliau menegakkan syariat Islam di Aceh,” ujar Dato’.[] (rel)