TAPAKTUAN – Kepala Unit Pengelola Pelabuhan kelas III Tapaktuan Selamat Riady mengatakan, persoalan kelangkaan semen di wilayah Aceh Selatan sejak awal Desember 2016 disebabkan meningkatnya permintaan, sementara pasokan mengalami hambatan.
Hambatan dialami selain karena pengaruh cuaca ekstrem melanda perairan laut pulau Sumatera juga disebabkan panjangnya antrean kapal pengangkut semen di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat.
Pertama akibat pengaruh cuaca yang menghambat pelayaran kapal. Kemudian pengaruh panjangnya antrean kapal pengangkut semen di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat yang mengantre ingin memuat semen ke kapalnya. Antrean panjang ini karena seluruh daerah di Indonesia semuanya membutuhkan pasokan semen, kata Selamat Riady saat dihubungi di Tapaktuan, Jumat, 16 Desember 2016.
Dampak dari kondisi tersebut, kata dia, pasokan semen ke Aceh Selatan sudah mencapai dua pekan putus setelah sebelumnya sempat masuk kapal pengangkut semen di Pelabuhan Tapaktuan pada awal Desember 2016.
Karena tidak ada kapal yang sandar di Pelabuhan Tapaktuan untuk membongkar semen, lanjut dia, keberadaan semen khususnya merek Semen Padang di wilayah Aceh Selatan terjadi kelangkaan. Jikapun ketersediaan semen ada di beberapa toko bangunan, jumlahnya terbatas dengan harga tembus Rp70.000/sak karena semen itu dipasok dari luar Aceh Selatan.
Untuk menyiasati persoalan tersebut, Selamat Riady mengaku telah melakukan berbagai upaya baik berkoordinasi dengan distributor pemasok semen ke Aceh Selatan maupun pihak kapal pengangkut semen.
Namun, hasil koordinasi sejauh ini belum membuahkan hasil maksimal karena masing-masing pihak mengaku kewalahan mendapatkan semen akibat pengaruh cuaca serta panjangnya antrean kapal di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat.
Meskipun demikian, kita patut mengucapkan alhamdulillah karena berdasarkan hasil koordinasi terakhir kami dengan pihak salah satu kapal telah memberikan angin segar untuk mengatasi persoalan kelangkaan semen di Aceh Selatan. Karena menurut jadwal yang telah disampaikan kepada kami, pada 20 Desember 2016 mendatang, akan ada satu kapal pengangkut semen dari Padang Sumatera Barat yang akan sandar di Pelabuhan Tapaktuan. Diperkirakan kapal tersebut akan mengangkut semen 30.000 ton. Semoga dengan kehadiran kapal tersebut nantinya dapat memenuhi kebutuhan semen di wilayah Aceh Selatan, pungkasnya.[]
Laporan Hendrik


