TAKENGON – Innalillahi wa innailaihi raji'un. Ulama kharismatik Gayo, Dr. Mahmud Ibrahim, meninggal dunia di kediamannya, Desa Merah Mesra, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Kamis, 21 Desember 2017 sekitar pukul 14.45 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di usia 88 tahun karena mengalami serangan jantung.

Almarhum meninggalkan tujuh orang anak dan satu istri. Jenazah almarhum Dr. Mahmud Ibrahim rencananya disalatkan di Masjid Agung Ruhama, Takengon, Jumat, 22 Desember 2017 besok. Usai salat Jumat, jenazah akan dibawa ke Masjid Kuba, Kecamatan Bebesen, untuk salat jenazah yang kedua kalinya.

Informasi yang diterima wartawan menyebutkan jenazah almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluar, di Desa Mesir, Bebesen, Aceh Tengah.

Dr. Mahmud Ibrahim merupakan sosok berjasa di Tanoh Gayo. Terakhir, almarhum menjabat sebagai Ketua Baitul Mall Aceh Tengah sekaligus Ketua Umum Masjid Agung Ruhama periode 2004-2007.

Kabag Sosialisasi dan Pembinaan harta agama Baitul Mal Aceh Tengah, Usman, menceritakan, Mahmud Ibrahim memiliki ambisi kuat untuk memajukan daerah. Menurutnya kedisiplinan sosok Mahmud Ibrahim penting untuk dicontoh. 

“Kedisiplinan dan tekat untuk membangun daerah dari sosok Mahmud Ibrahim penting untuk kita teladani, di samping beliau juga taat beribadah,” kata Usman di rumah duka, Kamis, 21 Desember 2017.

Selain itu, Mahmud Ibrahim juga tercatat sebagai sejarawan Gayo. Dia berperan besar sebagai narasumber dalam buku “Mujahidin Dataran Tinggi” yang bercerita tentang sejarah Kerajaan Linge.[]