BANDA ACEH – Tim pengabdian Unsyiah dari dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas MIPA dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) di Gampong Lamceu, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, 1 Agustus 2019. 

PKMBP termasuk dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu kegiatan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Program PKMBP bertujuan mengembangkan masyarakat yang produktif secara ekonomi dan meningkatkan keterampilan kelompok mitra. Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif menjadi lebih terarah dan diharapkan dapat mengembangkan produk khas dan berbasis kearifan lokal didasari sebuah program yang sedang dilaksanakan yaitu One Village One Product (OVOP). 

Kegiatan PKMBP ini mengusung tema 'pengembangan teknologi pengolahan produk berbahan baku melinjo sebagai produk unggulan daerah dan aplikasi pemasaran berbasis internet marketing dalam upaya pemberdayaan kelompok masyarakat. Adapun narasumber yakni Dewi Sri Jayanti, S.TP., M.Sc. (Dosen Teknik Pertanian), Dr. Rajibussalim, S.Si., M.Sc., M.InfoTech. (Dosen MIPA Fisika), dan Dr. Yuliani Aisyah, S.TP., M.Si. (Dosen Teknologi Hasil Pertanian), serta melibatkan kelompok usaha kue, ibu rumah tangga, aparatur desa, masyarakat, dan mahasiswa.

Dewi Sri Jayanti, Ketua Tim Pelaksana PKMBP mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan skills mayarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga dan remaja di Gampong Lamceu. Solusi yang ditawarkan berupa diversifikasi produk olahan berbahan baku melinjo, packaging (pengemasan), labeling (pelabelan) hingga pemasaran secara internet marketing. 

Menurut Dewi Sri Jayanti, diversifikasi produk merupakan suatu upaya, inovasi dan strategi dalam pengembangan pengolahan produk berbahan baku melinjo untuk meningkatkan kuantitas penjualan dengan sistem produk baru dan pasar baru. Diversifikasi produk olahan berbahan baku melinjo meliputi produk kue kering kastengel melinjo, kue kering melinjo renyah, tepung melinjo, emping aneka rasa (cokelat, balado, keju, jagung), ting-ting melinjo, teh melinjo, nugget melinjo, keripik daun melinjo, dan emping chocolate. Melinjo tidak lagi hanya dijadikan sayur atau emping (keureupuk meuling), namun sudah dapat dihasilkan menjadi prosuk-produk lainnya.

“Hasil produksi mitra usaha rumah tangga ini akan dijadikan contoh program One Village One Product (OVOP) dalam upaya pengembangan desa dan akan diterapkan kepada  kelompok masyarakat lain di Gampong Lamceu dan desa-desa lainnya di Kabupaten Aceh Besar,” jelas Dewi Sri Jayanti.[](rilis)