Oleh Taufik Sentana
Menurut Imam As-Syuyuti (dalam Soleh dan Dahlan, Asbabun-nuzul), berkomentar bahwa Surah Insyirah 1-8 diturunkan ketika kaum Musyrikin Makkah memperolok-olok pengikut Nabi Muhammad SAW. Mereka beranggapan bahwa kaum muslimin sangat fakir dan lemah. Sedangkan dalam riwayat lain dijelaskan (melalui Ibnu Jarir, dari Hasan) bahwa ketika ayat tersebut turun (ayat 6 ) Nabi Muhammad SAW bersabda: “Bergembiralah kalian, karena akan ada kemudahan bagi kalian. Satu kesusahan tidak akan mengalahkan dua kemudahan”.
Dari nukilan ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa Surah Insyirah, yang berarti kelapangan, merupakan bagian dari panduan praktis “Rabbani” dalam menyikapi problematika hidup. Yaitu dengan mengecek ke diri sendiri perihal musababnya, hingga dada kita sempit dan terasa susah, kemudian mengambil tindakan dengan berfikir positif (kesusahan diiringi oleh kemudahan, ayat 4-5) dan berharap akan rahmat Allah serta menggantungkan harapan atas usaha kita kepadaNya (ayat 8).
Surah ini juga sangat baik bila dijadikan bacaan rutin harian, terutama sebagai penawar saat hati merasa susah, cemas dan khawatir. Bisa dibaca pada waktu pagi, siang dan sore hari.
Seluruh isi Surah ini menjadi garansi daei Allah bahwa tiada kesulitan kecuali diiringi oleh kemudahan selama kita tidak berputus asa akan Rahmat-Nya.
Melalui dua ayat terakhir, kita diingatkan bahwa agar selalu memanfaatkan waktu dengan rangkaian amal yang bervariasi, dengan ibadah makhdhah atau ibadah dalam arti umum. Sehingga tidak ada istilah menganggur bagi seorang muslim. Lalu surah ini ditutup dengan selalu menjadikan Allah di setiap tujuan aktivitas kita, sehingga berkah-Nya selalu menyelimuti.(insyaa Allah).
Taufik Sentana
Aktif di Ikatan Dai Indonesia Kabupaten Aceh Barat.



