Oleh Taufik Sentana*

Malaikat Jibril pernah menyampaikan kisah seorang ahli ibadah kepada Baginda Muhammad SAW. Ahli ibadah itu beribadah kepada Allah selama limaratus tahun. Dalam masa sepanjang itu seluruh waktunya habis untuk mengerjakan ketaatan dan semua kewajiban.

Sampai akhirnya ia wafat dalam keadaan sujud. Dan dengan ilmu Allah, malaikat Jibril juga mengetahui.bahwa seorang abid itu dibangkitkan pada hari kiamat dengan keadaan sujud pula. Lalu Allah menoleh kepadanya dan memerintahkannya untuk memasuki surga dengan Rahmat Allah.

Sontak si ahli ibadah ini berkata: Bukankah semestinya aku masuk ke surgaMu karena amalku?. Allah Menjawab bahwa ia masuk surga bukan karena amalnya. Ia masih tak menerima, sehingga ia digiring ke neraka. Sesampai disana ia memohon kepada Allah agar dikeluarkan dari neraka. 

Lalu Allah mengabulkan, lalu Allah meminta  malaikat untuk menimbang amalnya yang limaratus tahun itu dengan sebiji mata si ahli ibadah. Ternyata, sebiji matanya itu masih lebih berat daripada amal yang ia kumpulkan ratusan tahun. Barulah ia sadar bahwa semua balasan yang ia terima adalah  karena Rahmat Allah, demikian juga semua ketaatannya adalah juga karena Rahmat Allah.

Kisah kecil ini diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah dalam riwayat Al Hakim. Dari kisah ini kita menyadari bahwa seluruh ketaatan kita tak akan pernah cukup untuk melampaui apa yang telah Allah berikan kepada kita atas nikmat dan semua yang kita terima. Dari sini kita juga bersadar untuk  selalu berhati.hati dalam ibadah, agar ibadah itu tidak rusak.[]

*Ikatan Dai Indonesia, Kab. Aceh Barat