Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaBerita LhokseumaweIOM Kembali Pindahkan...

IOM Kembali Pindahkan Pengungsi Rohingya dari Lhokseumawe ke Medan

LHOKSEUMAWE –  Lembaga International Organization for Migration (IOM) kembali melakukan pemindahan gelombang kedua 45 orang warga Rohingya dari kamp penampungan eks Balai Latihan Kerja (BLK), Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe ke Medan, Sumatera Utara, Kamis malam, 29 April 2021.

Sebelumnya pada gelombang pertama 36 pengungsi Rohingya juga sudah dipindahkan ke Medan pada 25 Maret 2021. Pemindahan warga imigran Rohingnya tersebut dikawal pihak TNI, Polri, IOM, UNHCR, Imigrasi, PMI dan Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe.

Program Koordinator Penanganan Pengungsi Rohingya untuk IOM, Sonya Syafitri, kepada wartawan, mengatakan, total 81 orang pengungsi Rohingya yang telah dipindahkan, sehingga kini hanya tersisa 10 imigran Rohingnya di Lhokseumawe.

“Sisa pengungsi Rohingya 10 orang itu terdiri dari dua keluarga yang kemungkinan akan diberangkatkan ke Makassar. Karena mereka ingin dipersatukan dengan anaknya yang ada di Makassar, tapi kalau itu kita harus berkoordinasi juga dengan pihak imigrasi untuk bisa memindahkan mereka ke sana,” kata Sonya Syafitri.

Sonya menambahkan, sebelum pemindahan warga Rohingya ini juga dilakukan rapid test antigen untuk memastikan bahwa mereka tidak terpapar virus corona atau Covid-19. Untuk pemindahan imigran Rohingya itu merupakan hasil kesepakatan bersama Pemerintah Indonesia, International Organisation for Migration (IOM), UNHCR dan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

“Alasan untuk pemindahan ini adalah untuk memberikan mereka solusi yang lebih jangka panjang, dan lebih semi permanen sebelum pengungsi tersebut mendapatkan bantuan yang biasanya pemindahan untuk ke negara ketiga. Maka dalam hal ini IOM membantu pengungsi Rohingya itu untuk kehidupan mereka di Medan baik dari segi kesehatan, pendidikan, dan perumahannya (tempat tinggal) juga kita sediakan maupun lainnya,” ujar Sonya Syafitri.

Menurut Sonya, penanganan pengungsi selama di Medan tidak ada batas waktunya, dan sampai ada solusi yang berkelanjutan dari Pemerintah Internasional dengan Pemerintah Indonesia.

“Tapi sampai saat ini sebagaimana diketahui bahwa permasalahan Rohingya tetap belum ada yang bisa tuntas persoalannya, tentunya diharapkan ke depan dapat tertangani dengan lebih baik dan lancar,” harapnya.[]

Baca juga: