LHOKSEUMAWE – International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe sebagai bentuk dukungan terhadap program vaksinasi Covid-19. Penyerahan lemari pendingin vaksin itu diterima Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr. Said Alam Zulfikar, di Kantor Dinkes setempat, Kamis, 15 April 2021.

Program Koordinator IOM untuk Penanganan Tanggap Darurat Pengungsi, Sonya Syafitri, mengatakan bantuan ini mendapat dukungan pendanaan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Biro Kependudukan, Pengungsi dan Migrasi (Bureau of Population, Refugees, and Migration).

Sejauh ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe telah melakukan program vaksinasi, untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin maka diperlukan sistem rantai dingin (cold chain) atau serangkaian tautan untuk menyimpan vaksin pada kisaran suhu yang tepat. Peralatan rantai dingin sangat penting untuk menjaga kualitas vaksin dari proses pembuatan hingga saat injeksi.

“Sejak awal penanganan pengungsi Rohingya di Kota Lhokseuamwe, IOM telah bekerja sama dengan Pemkot Lhokseumawe melalui Satgas Covid-19, dinas kesehatan dan rumah sakit negeri dan swasta untuk memastikan bahwa pengungsi dan pencari suaka di Lhokseumawe sepenuhnya disertakan dalam tindakan tanggap Covid-19. Ini termasuk upaya penjangkauan masyarakat yang ekstensif dan berkelanjutan dengan pengungsi, peningkatan tindakan pencegahan di kamp pengungsi,” kata Sonya Syafitri dalam keterangannya.

Sonya menambahkan, bersama otoritas kesehatan Pemkot Lhokseumawe, IOM juga telah memfasilitasi pelacakan kontak, manajemen kasus, dan langkah-langkah kesiapsiagaan lebih lanjut untuk isolasi dan karantina pengungsi di kamp beberapa waktu lalu.

“Masih dalam semangat hari kesehatan dunia yang jatuh pada 7 April lalu, momen ini juga merupakan saat yang tepat untuk memuji kerja rekan kesehatan kita di Indonesia yang telah membantu komunitas pengungsi selama pandemi ini,” ujar Sonya Syafitri.

Oleh karena itu, kata Sonya,
menggaungkan kembali dengan apa yang disampaikan Kepala Misi IOM di Indonesia, semua tahu bahwa tidak ada yang aman sampai semua orang aman, dan ini berarti menjangkau semua masyarakat termasuk mereka yang paling mungkin tertinggal.

“Lemari pendingin vaksin ini adalah bagian dari kolaborasi berkelanjutan kami dengan otoritas kesehatan, dan upaya bersama kami untuk menjangkau semua masyarakat di seluruh Indonesia termasuk pengungsi Rohingya,” ujar Sonya Syafitri.[](*)