LHOKSEUMAWE – Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EW-LMND) Wilayah Aceh mendesak Gubernur Irwandi Yusuf agar segera mencairkan dana jatah hidup untuk anak fakir miskin dan yatim piatu.
Desakan itu disampaikan Ketua LMND Aceh, Fakhrur Razi di Lhokseumawe melalui siaran pers, Senin, 26 November 2017. Dia mengatakan Dinas Sosial Aceh sampai di penghujung 2017 ini belum merealisasikan dana tersebut.
“Kita menerima laporan itu dari seluruh pimpinan pesantren dan panti asuhan di Aceh, sampai saat ini dana itu belum cair. Padahal banyak santri miskin sangat membutuhkan bantuan untuk menunjang pendidikan mereka,” kata Fachrur Razi.
Ia berharap gubernur selaku pemegang kebijakan tertinggi di pemerintahan dapat memerintahkan pihak dinas untuk segera memproses pencarian.
“Sangat disayangkan bila mereka (santri) harus berhenti belajar karena tidak memiliki biaya hidup. Mereka generasi penerus yang harus dijaga oleh pemerintah dan hak hidup mereka harus benar-benar terjamin sesuai perintah perundang-undangan,” katanya.
Hal senada dikeluhkan Tgk Razali Abd selaku Ketua Forum Panti Asuhan Aceh. Dia mengatakan dana itu harusnya segera dicairkan karena selama ini dayah dan panti sudah menanggung utang banyak untuk memenuhi kebutuhan santri.
“Kebutuhan anak yatim-piatu dan santri miskin yang menimba ilmu di dayah dan panti memperihatinkan. Upaya sementara yang kami lakukan, ya utang, dengan harapan dana bantuan bisa disalurkan Pemerintah Aceh,” kata pimpinan Dayah Bustanul Yatama itu.[]



