SUBULUSSALAM – Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA), Irwandi Yusuf, menghadiri kampanye dialogis pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam nomor urut 5, H. Affan Alfian Bintang, S.E.,-Drs. Salmaza, MAP., di Kompleks Maulida, Kamis, 21 Juni 2018. Dia mengingatkan timses dan paslon untuk mengantisipasi “program masuk neraka”.

Irwandi Yusuf mengatakan, ada tiga kabupaten/kota di Aceh melaksanakan pilkada serentak 2018 yakni Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Kota Subulussalam.

PNA turut mengusung tiga paslon dalam pesta demokrasi tahun 2018 ini. Menurut Irwandi, paslon yang diusung merupakan orang-orang jenius dan dinilai mampu membawa perubahan di tiga kabupaten/kota itu ke arah lebih baik lagi.

“Saya tidak mau asal usung-usung. Itu di Pidie Jaya, paslon yang paling jenius, calon paling bermutu yang kita usung. Soal kalah menang itu soal teknis di lapangan,” kata Irwandi.

Di Aceh Selatan, PNA mengusung paslon nomor urut 2. H. Azwir, S.Sos.,-Tgk. Amran sudah menggelar kampanye akbar dihadiri massa yang menyesaki Lapangan Samadua, Rabu kemarin. 

Untuk Kota Subulussalam, PNA mengusung paslon nomor urut 5, Affan Alfian Bintang-Salmaza. “Yang saya dukung harus mampu menjalankan program 'Aceh Hebat', agar program saya bisa dijalankan di tingkat kabupaten/kota,” ujar Irwandi yang merupakan Gubernur Aceh.

Irwandi menyebut calon diusung PNA merupakan “orang hebat”, sehingga masyarakat Kota Subulussalam diminta tidak keliru dan tak salah memilih pemimpin pada 27 Juni mendatang. Karena hari tersebut sangat menentukan arah pembangunan di Bumi Sada Kata ini untuk lima tahun akan datang. Menurut Irwandi, survei masih menempatkan Bintang-Salmaza di atas.

Irwandi meningatkan tim sukses (timses) untuk mengantisipasi “program masuk neraka” dalam bentuk serangan duit, sogok menyogok.

“Si penyogok dan si penerima masuk neraka,” kata Irwandi. “Saya perintahkan kepada calon yang saya dukung, jangan memasukkan masyarakat Kota Subulussalam  ke dalam neraka,” ujar Irwandi disambut gelak tawa timses dan para simpatisan Bintang-Salmaza.

Irwandi juga mengajak paslon untuk menciptakan “pilkada halal”, tidak ada sogok menyogok untuk meraih kemenangan, tetapi murni karena pilihan masyarakat.

“Jika di awal saja sudah dilakukan cara-cara haram, sogok menyogok, maka gaji yang diterima nanti juga haram,” ujar Irwandi Yusuf.[]